Salah satu solusi terbatasnya kuota BBM subsidi, Pertamina banyak mengeluarkan produk-produk selain BBM Subsidi, pertamina juga memproduksi Pertamax plus. Khusus Kalimantan Barat Pertamina hanya mendistribusikan Pertamax plus yang non-subsidi. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut disampaikan Sales Area Manager Pertamina Kalimantan Barat, Ibnu Chouldum pada launching Pertamax di SPBU Km 2 Sintang, Selasa (05/07/2011). Acara Launching Pertamax Plus ini dihadiri langsung Bupati Sintang Drs.Milton Crosby, M.Si dan Kapolres Sintang AKBP Firly R Samosir. <br /><br />“Artinya ini tidak ada batasan,” kata Ibnu.<br /><br />Ibnu juga menyampaikan, saat ini di Kalimantan Barat terdapat 78 SPBU. Dari total tersebut, 48 diantaranya telah menjual Pertamax Plus. Sedangkan untuk kabupaten Sintang sendiri, terdapat 6 SPBU dan akan bertambah 1 lagi SPBU tahun ini. 5 SPBU diantaranya telah menjual Pertamax Plus.<br /><br />“Untuk sementara baru 5 SPBU yang menjual Pertamax Plus. Kita berharap seluruh SPBU yang ada di Sintang telah menjualnya,” harap Ibnu.<br /><br />Untuk sementara, stok suplai Pertamax Plus masih dilakukan dari Pontianak namun tidak menutup kemungkinan jika hal tersebut dapat dilakukan juga di Depot yang ada di Sintang.<br /><br />“Jika penjualan Pertamax Plus ini tinggi di Sintang, kemungkinan juga stok akan dilakukan langsung di depot Sintang,” ungkap Ibnu.<br /><br />Dengan demikian, harga Pertamax Plus di Sintang akan dapat lebih rendah dari harga yang saat ini dijual. Untuk pertamax plus Sintang dijual perliternya Rp 9.850 sedangkan Pontianak Rp 9.600.<br /><br />“Harga ini mengikuti trend harga minyak dunia,” jelasnya.<br /><br />Untuk distribusi Pertamax Plus ke wilayah Sintang akan dibawa langsung dari Pontianak dengan menggunakan armada mobil tanki khusus berkapasitas 8000 liter.<br /><br />“Kita berharap, rutinitas dan kontinyunitas dari pertamax plus ini dapat terjaga sehingga masyarakat akan terus familiar dengan produk ini,” harapnya.<br /><br />Saat ini di Kalimantan Barat, penyaluran distribusi BBM ini dibatasi dengan subsidi. Sampai dengan bulan Juni total premium untuk Kalimantan Barat sudah over 15 persen dan solar 6 persen. Khusus untuk wilayah kabupaten Sintang premium sudah mencapai 11 persen dan solar lebih 6 persen.<strong>(*)</strong></p>














