Pertamina Kalbar Pasang Kamera Pengintai Di SPBU

oleh

PT Pertamina Wilayah Kalimantan Barat akan memasang kamera pengintai di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengawasi distribusi bahan bakar minyak bersubsidi agar tidak diselewengkan. <p style="text-align: justify;">"Rencana pemasangan kamera pengintai (CCTV) sedang dalam tahap kajian guna menekan atau mengawasi pihak SPBU agar tidak menjual BBM bersubsidi pada pihak spekulan," kata Sales Area Manager Pertamina Wilayah Kalbar Putut Andrianto di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, tujuan utama dalam pemasangan kamera pengintai di setiap SPBU untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan pada pihak SPBU itu sendiri agar tidak menjual BBM bersubsidi pada yang tidak berhak.<br /><br />Putut menambahkan, dipasangnya kamera pengintai terkait masih banyaknya keluhan-keluhan masyarakat yang menduga ada kerja sama antara pihak SPBU dengan spekulan terkait penjualan BBM bersubsidi.<br /><br />Menurut dia, akibatnya BBM bersubsidi seperti solar menjadi cepat habis, sehingga keluarlah aturan pembatasan pembelian solar maksimal 100 liter untuk jenis truk dan 50 liter untuk kendaraan pribadi, serta aturan pembatasan pembelian solar yang hanya boleh mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak.<br /><br />Data PT Pertamina Wilayah Kalbar, mencatat kuota BBM bersubsidi di provinsi itu, yakni premium sebanyak 441 ribu kiloliter, solar 268 ribu kiloliter dan minyak tanah 70 ribu kiloliter.<br /><br />"Meskipun kuota BBM bersubsidi di Provinsi Kalbar selalu bertambah setiap tahunnya, tetapi belum mampu mengejar laju pertumbuhan kendaraan bermotor di provinsi itu," ungkapnya.<br /><br />Sebelumnya, Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengatakan, dikeluarkannya aturan pembelian solar di SPBU tidak hanya sekadar mengatasi kemacetan yang ditimbulkan akibat antrean kendaraan yang ingin membeli solar, tetapi sebagai evaluasi dalam menekan diselewengkannya BBM bersubsidi oleh para spekulan.<br /><br />"Buktinya dengan dijualnya solar pada malam hari, BBM jenis solar menjadi cukup, tidak seperti ketika dijual pada siang hari yang selalu kehabisan. Berarti ada yang bermain dengan BBM bersubsidi," kata Sutarmidji.<br /><br />Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, mengatur jadwal pembelian bahan bakar jenis solar subsidi mulai pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB agar tidak mengganggu arus lalu-lintas di sejumlah jalan protokol di kota itu.<br /><br />Data Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, mencatat sekitar 12 SPBU di Pontianak yang melayani pembelian BBM jenis solar, yang rata-rata letaknya di jalan-jalan protokol kota itu sehingga menimbulkan kemacetan akibat badan jalan diambil oleh kendaraan roda empat ke atas untuk antre mendapatkan solar.<strong> (phs/Ant)</strong></p>