Pertamina: Konsumsi BBM Kalimantan Kelebihan Dua Persen

oleh

PT Pertamina Region Kalimantan mengungkapkan, terjadi kelebihan pemakaian bahan bakar minyak bersubsidi sebesar dua persen dari penambahan kuota yang disepakati pemerintah dan DPR di APBN Perubahan 2011. <p style="text-align: justify;">"Penambahan kuota sudah empat persen dibanding kesepakatan di APBN Murni tahun 2011. Sekarang yang terjadi sudah ‘over’ kuota dua persen," kata General Manajer PT Pertamina Region Kalimantan Affandi di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Menurut dia, kelebihan pemakaian itu membuat subsidi untuk BBM bersubsidi terus meningkat.<br /><br />Sementara, lanjut dia, hingga kini belum ada pembatasan pemakaian BBM bersubsidi. "Sedangkan kuota yang menetapkan adalah pemerintah dan DPR," katanya.<br /><br />Pertamina sendiri berfungsi sebagai penyalur dari BBM bersubsidi sesuai kesepakatan yang ditetapkan oleh pemerintah dan DPR RI.<br /><br />Pertamina, kata dia, tetap memberi alternatif penggunaan BBM ke konsumen dengan tidak memberikan subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus.<br /><br />Ia melanjutkan, saat ini hampir 60 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Kalimantan sudah menjual BBM nonsubsidi.<br /><br />"Sekarang hampir empat persen pengguna premium di Kalimantan beralih ke Pertamax," kata dia.<br /><br />Asisten II Setda Kalbar Lensus Kandry mengatakan, Pemprov Kalbar sudah mengajukan agar kuota BBM bersubsidi ditambah antara 15 persen sampai 20 persen.<br /><br />"Berdasarkan pemantauan, terjadi penambahan kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah," kata Lensus Kandry usai perpisahan Sales Areal Manajer Pertamina Kalbar Ibnu Chouldum.<br /><br />Ia juga menduga banyak konsumen yang tidak sesuai peruntukan dalam penggunaan BBM bersubsidi.<br /><br />Menurut Lensus Kandry, di Provinsi Bangka Belitung sudah diterapkan pembatasan pemakaian BBM bersubidi. "Setiap kendaraan dibatasi untuk membeli BBM bersubsidi 20 liter. Kalau lebih dari itu, harus menggunakan BBM nonsubidi," katanya.<br /><br />Adapun kuota atau jatah premium untuk Kalbar setahun yaitu 404 juta liter. Sedangkan solar sebanyak 247 juta liter. <strong>(phs/Ant)</strong></p>