Pertamina Tunda Pembukaan Lima Sumur Produksi Baru

oleh
oleh

Perusahaan terbatas Pertamina unit bisnis eksplorasi dan produksi Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan menunda pembukaan lima sumur produksi baru. <p style="text-align: justify;">Humas dan Protokoler PT Pertamina UBEP Tanjung, Zuraida Saputri, di Tanjung, Minggu, mengemukakan, penundaan lima sumur produksi baru karena perusahaan harus mengevaluasi kembali produksi migas di lapangan Tanjung.<br /><br />"Sebelumnya Pertamina menargetkan penambahan 13 sumur produksi baru di lapangan Tanjung namun lima sumur ditunda karena perlu dievaluasi kembali untuk bisa mencapai target produksi," jelas Zuraida.<br /><br />Karena pembukaan lima sumur produksi baru ditunda maka tahun ini Pertamina hanya menambah delapan sumur masing-masing di Kecamatan Murung Pudak dan Tanjung.<br /><br />Dari delapan sumur produksi, saat ini sudah tujuh lokasi pengobaran migas yang terealisasi dan satu lokasi baru di Kelurahan Belimbing masih tahap persiapan.<br /><br />Target produski Pertamina UBEP Tanjung tahun ini turun dari 5.000 barel per hari pada 2011 menjadi 4.800 barel per har untuk 2012.<br /><br />"Saat ini realisasi produksi mencapai 4.200 sampai 4.300 barel per hari dari target 4.800 barel per hari dan target ini lebih kecil dibanding tahun lalu yang mencapai 5.000 barel per hari," tambah Zuraida.<br /><br />Terkait upaya peningkatan produksi migas, Pertamina UBEP Tanjung juga melakukan reaktivasi atau pengembangan sumur lama di sejumlah lokasi. Dibanding membuka lokasi pengeboran migas yang baru, menurut Edy Haryono, penanggungjawab lapangan Tanjung, pengembangan sumur lama memang lebih murah.<br /><br />"Untuk membuka sumur produksi baru menelan dana sekitar Rp27 miliar, meski biaya pengembangan sumur lama relatif lebih murah, yang cukup mahal untuk kegiatan penelitiannya," jelas Edy.<br /><br />Di lapangan Tanjung sendiri tercatat 139 sumur produksi yang masih produktif dan 100 sumur tidak produktif. <strong>(phs/Ant)</strong></p>