Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Sebesar 4,23 Persen

oleh

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat, Badar menyatakan, pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalbar untuk triwulan III tahun 2015 sebesar 4,23 persen. <p style="text-align: justify;">"Perekonomian Kalbar yang diukur berdasarkan produk domestik regional bruto (PDRB) atas harga berlaku triwulan III tahun 2015 mencapai Rp37,13 triliun, dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp28,37 triliun," kata Badar di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, ekonomi Kalbar triwulan III 2015 terhadap triwulan III 2014 tumbuh sebesar 4,23 persen atau sedikit melambat dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar 4,93 persen.<br /><br />Sementara dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 14,46 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran oleh komponen impor barang dan jasa yang tumbuh sebesar 12,03 persen.<br /><br />"Sementara itu, ekonomi Kalbar triwulan III 2015 terhadap triwulan sebelumnya naik sebesar 4,67 persen," ungkapnya.<br /><br />Dari sisi produksi, peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya kinerja beberapa lapangan usaha seperti administrasi pemerintah 16,27 persen; perdagangan besar, eceran 10,50 persen, dan jasa pendidikan 9,93 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran disebabkan meningkatnya kinerja konsumsi pemerintah 14,72 persen; dan pembentukan modal bruto 5,55 persen, kata Badar.<br /><br />Menurut Badar, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kalbar sampai dengan triwulan III 2015 tumbuh 4,39 persen. Pertumbuhan tersebut didukung oleh seluruh lapangan usaha yang tumbuh positif, dengan pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha informasi dan komunikasi 14,38 persen.<br /><br />Sementara itu, dari sisi pengeluaran pertumbuhan didorong oleh pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto dan konsumsi rumah tangga. "Sebaliknya kinerja ekspor, impor, dan LNPRT mengalami kontraksi," ujarnya.<br /><br />Kepala BPS Kalbar menambahkan, struktur ekonomi Kalbar triwulan III 2015 didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 19,94 persen; industri pengolahan 15,68 persen; perdagangan besar, eceran; reparasi mobil dan sepeda motor 15,62 persen; konstruksi 12,38 persen.<br /><br />Sementara dari sisi pengeluaran berasal dari konsumsi rumah tangga 54,42 persen, dan pembentukan modal tetap domestik bruto sebesar 35,41 persen, kata Badar. (das/ant)</p>