Anggota Komisi IV DPR-RI H Syaifullah Tamliha dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit membangun pabrik pengolahan minyak mentah atau CPO dari hasil perkebunan tersebut. <p style="text-align: justify;">Permintaan anggota Komisi IV DPR-RI yang membidangi pertanian itu diharapkan perusahaan perkebunan kelapa sawit skala kecil yang berada dalam satu kawasan di Kalimantan Selatan (Kalsel), demikian dilaporkan, Kamis.<br /><br />Menurut wakil rakyat dari PPP dan asal daerah pemilihan (dapil) Kalsel itu, pembangunan pabrik CPO dalam suatu kawasan perkebunan kelapa sawit dimaksudkan antara lain, membantu pemerintah dalam menjaga kondisi jalan umum agar tidak cepat rusak.<br /><br />Karena angkutan hasil perusahaan perkenunan kelapa sawit dengan muatan yang tak jarang melampaui batas maksimum tonase atau daya tahan beban jalan, yang maksimal cuma delapan ton.<br /><br />Selain itu, agar hasil olahan tetap terjaga kualitasnya, karena mata rantai antara produksi/pemetikan tandan buah segar dengan pengolahan tak terlalu lama atau lebih pendek.<br /><br />"Dengan mata rantai yang pendek diharapkan pula dapat menimbulkan efesiensi dan efektifitas usaha, yang pada gilirannya mendatangkan keuntungan yang lebih besar serta berdampak positif terhadap petani pekebun," kata Sy Tamliha.<br /><br />Pada kesempatan terpisah, Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, H Puar Junaidi dari Partai Golkar, mengungkapkan, dalam peninjauan lapangan komisinya pada beberapa kabupaten di provinsi tersebut, tidak melihat banyak angkutan sawit di jalan umum.<br /><br />Pasalnya perusahaan perkebunan kelapa sawit skala kecil pun di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut hampir semua sudah memiliki pabrik CPO, yang kapasitasnya mereka sesuaikan dengan luasan perkebunan.<br /><br />"Sebab pihak perusahan juga mengerti dan tahu betul teknis seleluk beluk usaha perkebunan kelapa sawit serta pengolahan hasilnya agar tidak sampai merugi," kata Puar.<br /><br />Sejumlah kabupaten di Kalsel, kini hampir semua terdapat usaha perkebunan kelapa sawit dan sudah berproduksi, antara lain Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).<br /><br />Bahkan beberapa kabupaten mencoba memanfaatkan lahan rawa untuk usaha perkebunan kelapa sawit, seperti Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin dan Kabupaten Barito Kuala (Batola). <strong>(phs/Ant)</strong></p>














