Perusahaan Tambang Tuntut Royalti Dikembalikan Ke Daerah

oleh

Pengusaha tambang di kalimantan selatan berharap pemerintah pusat mengembalikan dana royalti yang disetor oleh perusahaan tambang agar dimanfaatkan untuk pembangunan daerah penghasil dan pemulihan lingkungan hidup di kalsel. <p style="text-align: justify;">Hal tersebut sebagaimana disampaikan gm pt adaro indonesia priyadi pada acara silaturahmi antara menteri lingkungan hidup gusti muhammad hatta dengan pengusaha tambang di kalsel, selasa di banjarmasin.<br /><br />Menurut priyadi, dari 13,5 persen royalti batubara yang disetorkan sejumlah perusahaan tambang pemegang izin pkp2b sebanyak 8,5 persen ditarik oleh pemerintah pusat.<br /><br />Sedangkan sisanya, lima persen dibagi-bagi antara pemerintah provinsi dan kabupaten serta daerah penghasil.<br /><br />"dari lima persen tersebut, pemerintah pusat masih meminta lagi 20 persen, sehingga seakan-akan semua royalti diambil oleh pemerintah pusat," katanya.<br /><br />Dengan demikian, kata dia, seandainya benar pemerintah pusat bisa mengembalikan dana royalti sebesar-besarnya untuk daerah, maka akan lebih meringankan tugas dan tanggung jawab pengusaha.<br /><br />Pernyataan priyadi tersebut merupakan dukungan terhadap protes yang disampaikan oleh kepala dinas pertambangan kalsel ali mazanie yang juga mengeluhkan hal yang sama.<br /><br />Menurut dia pembagian royalti antara pusat dan daerah selama ini sangat tidak adil, kendati telah berpuluh kali dan dalam berbagai kesempatan hal tersebut disampaikan tidak juga mendapatkan tanggapan.<br /><br />"yang paling membingungkan adalah pembagian untuk pemerintah pusat, dan katanya untuk dana pengembangan batu bara nasional," kata ali.<br /><br />Seandainya dana royalti 8,5 persen bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan lingkungan di daerah maka kerusakan lingkungan di kalsel akan jauh lebih mudah untuk diperbaiki.<br /><br />Menteri lingkungan hidup gusti muhammad hatta mengatakan mengenai masalah dana royalti merupakan kewenangan dari kementerian keuangan namun pihaknya akan mencoba untuk menanyakannya.<br /><br />Menurut hatta, kondisi lingkungan kalsel saat ini memang cukup parah, sehingga harus ada kepedulian semua pihak untuk bisa memperbaikinya.<br /><br />Sambil bergurau, hatta mengatakan, karena kerusakan lingkungan yang cukup parah di kalsel, bahkan jin yang dalam setiap dongeng digambarkan sebagai sosok sakti, menyerah untuk ikut memperbaikinya.<br /><br />"untuk itu silahkan semua berusaha, tetapi tolong tetap perhatikan lingkungan," katanya.</p>