Perusahaan Wajib Bayar THR

oleh

Dinas Sosial, Tenaga Keja Dan Transmigrasi Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat telah mengeluarkan surat edaran dengan nomor : 565/337/DisNt-D/2014 tanggal 4 Juli tentang pembayaran keagamaan. <p style="text-align: justify;">“Surat itu sudah kita sebarkan ke sejumlah perusahaan.Isinya selain tentang pembayaran THR atau pembayaran keagamaan juga berisi tentang pemberitahuan libur pada pelaksanaan pilpres 9 Juli lalu,” ungkap Kadissosnakertrans Sintang Florensius Kaha saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini. <br /><br />Lebih lanjut Kaha mengatakan bahwa besaran THR yang harus diberikan kepada setiap tenaga kerja adalah sebulan gaji, atau disesuaikan dengan waktu kerja tenaga kerja yang bersangkutan. <br /><br />“Bagi tenaga kerja yang telah memperkerjakan tenaga kerja diatas 12 bulan atau setahun, maka perusahaan wajib memberikan THR sebesar 1 bulan gaji. Tapi kalau waktunya belum sampai 12 bulan, maka tinggal dibagi saja. Satu bulan gaji per lama dia kerja. Misalnya kalau enam bulan, ya separuhnya,”jelasnya.<br /><br />Tekait dengan pemberian THR tersebut, Kaha meminta agar setiap perusahaan memberikannya kepada tenaga kerjanya minimal H-7 sebelum lebaran. Namun menurutnya kepada sejumlah pimpinan perusahaan ia meminta agar pembayaran THR bisa dilakukan pada sekitar tanggal 21 Juli mendatang. <br /><br />“Kita ingingkan H-7 sebelum lebaran itu, semua tenaga keja sudah mendapatkan haknya,”tegasnya.<br /><br />Selain tenaga kerja perkebunan yang lebih banyak terdapat di Sintang, surat edaran tersebut menurutnya juga diberikan kepada pemilik rumah makan atau restoran. Meski diakuinya bahwa pemberian THR di rumah makan atau restoran termasuk agak sulit dalam perhitunganya. <br /><br />“Kalau tentang keluhan atau tidak dibayarkan THR atau gaji lainnya, sampai hari ini belum ada. Sepertinya banyak tenaga kerja yang takut. Mereka takut kehilangan pekejaan, maka ketika kami datang ke sebuah restoran dan bertanya masalah hak karyawan, karyawan juga tidak ada yang berani bicara,”bebernya. <br /><br />Untuk memastikan bahwa setiap perusahaan menjalankan kewajibanya memberikan pembayaran keagamaan (THR) kepada karyawan yang tengah merayakan hari besar agama, Kaha mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan. <br /><br />“Kita akan melakukan cross cek lapangan untuk memastikan itu sekaligus memberikan pembinaan kepada perusahaan,”katanya. <strong>(ek/das)</strong></p>