Pesantren Surabaya Diharapkan Jadi Peredam Aksi Anarkis

oleh

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kota Surabaya sekaligus pengasuh Pesantren Baitunnaim Surabaya, K.H, Muhammad Naim Ridwan (Gus Naim) berharap agar pesantren di Surabaya bisa menjadi peredam aksi anarkis. <p style="text-align: justify;">Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kota Surabaya sekaligus pengasuh Pesantren Baitunnaim Surabaya, K.H, Muhammad Naim Ridwan (Gus Naim) berharap agar pesantren di Surabaya bisa menjadi peredam aksi anarkis.<br /><br />"Tindakan dan aksi-aksi teror yang dilakukan segolongan orang atas nama agama sama sekali tidak bisa dibenarkan. Islam itu tidak anarkis, Islam itu rahmat bagi semua orang. Jadi kalau ada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat harus dipertanyakan itu Islam yang mana?," kata Gus Naim di Surabaya, Kamis.<br /><br />Untuk itu, kata dia, pendirian Pesantren Baitunnaim yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf pada Rabu (23/3) malam, salah satunya adalah untuk meredam aksi-aksi anarkis seperti teror bom yang terjadi akhir-akhir ini.<br /><br />Pelaku aksi anarkis dan teror dengan kedok agama justru kurang memahami nilai-nilai agama yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, keberadaan pesantren dipandang penting untuk meredam aksi-aksi teror yang selama ini marak terjadi di berbagai kota di Indonesia.<br /><br />Gus Naim juga berharap, santri-santri Baitunnaim yang sudah tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia untuk ikut berperan aktif menjaga kondisi lingkungan. <br /><br />Selama ini, katanya, dalam pengajian-pengajian rutin yang digelar Baitunnaim, dirinya selalu menanamkan sikap sabar, tawadlu, dan dermawan. <br /><br />"Ini sudah kami tanamkan kepada para santri sejak lama, sebab dengan memegang sikap semacam itu, maka wajah Islam akan sangat indah," kata anggota Komisi D DPRD ini.<br /><br />Sebelumnya, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada saat menghadiri pembukaan Pesantren Baitunnaim mengatakan, banyaknya aksi anarkis atas nama agama bisa diredam dengan pembelajaran dan kajian-kajian berbasis pesantren.<br /><br />Menurut Gus Ipul, banyaknya teror bom dan perseteruan faham Ahmadiyah bisa diredam dengan peran pondok pesantren. <br /><br />"Aksi-aksi teror dan kasus Ahmadiyah yang tejadi di daerah-daeah lain Alhamdulillah tidak terjadi di Jawa Timur. Pak Gubernur juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Pangdam serta tokoh-tokoh masyarakat untuk mewaspadai aksi-aksi semacam itu," kata Gus Ipul.<br /><br />Gus Ipul menambahkan, Gubernur sudah berkirim surat kepada kepala-kepala daerah di Jawa Timur agar berperan aktif menciptakan suasana kondusif. <br /><br />Menurutnya, selain kurang memahami muatan agama, maraknya tindakan asusila seperti keberadaan lokalisasi juga bisa menjadi pemicu munculnya tindakan anarkis dan terorisme.<br /><br />"Gubernur sudah berkomunikasi dengan para kepala daerah untuk mengurangi lokalisasi. Jangan menambah lokalisasi, kalau bisa justru dikurangi secara bertahap," katanya.<br /><br />Selain dihadiri Saifullah Yusuf, peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW dan pembukaan Pesantren Baitunnaim di Jalan Kedungpengkol Surabaya, Rabu (23/3) malam juga dihadiri oleh Qori Internasional Ustad H Muammar ZA, Ny. Hj Siti Aisiyah, Ketua PCNU Surabaya, Saiful Chalim, K.H. Mas Yusuf Muhajir, dan sejumlah alim ulama lainnya serta ribuan jamaah santri dan masyarakat.(Eka/Ant)</p>