Penggalan pendek kisah Rama menyelamatkan Shinta dari cengkaraman Rahwana yang diperankan salah seorang penari dengan menggunakan topeng "Rangde", menarik perhatian masyarakat kota Pernik di Bulgaria. <p style="text-align: justify;">Penonton berkali-kali meneriakkan: "bravo, bravo. Indonesia", kepada tim kesenian KBRI Sofia seusai tampil dengan fragmen pendek Epic Mahabrata di lapangan terbuka pusat kota Pernik, tempat berlangsungnya the Surva XXIII International Festival of Masquerade 2014, Sabtu. <br /><br />Sekretaris dua KBRI Sofia Dina Martina kepada ANTARA, Minggu, mengatakan Tim KBRI yang menggunakan kostum tradisional dan Rangde menjadi pusat perhatian penonton yang mengelilingi lapangan terbuka pusat kota saat itu. <br /><br />Dikatakannya, Tim kesenian KBRI yang dipimpin I Nyoman Chaya, Dosen ISI Surakarta, juga menampilkan grup gamelan KBRI yang terdiri dari staf KBRI dan pelajar Bulgaria sebagai pengiring tari. <br /><br />Nyoman Chaya juga bertindak sebagai koreographer tari dan musik tradisional Tim Kesenian. <br /><br />Meskipun cuaca saat itu kurang bersahabat dengan turunnya salju, penonton tetap tidak beranjak dari tempatnya.<br /><br />Di sepanjang jalan menuju pusat kota Pernik, tim kesenian KBRI memainkan gamelan, gong, kendang dan atraksi topeng Rangde Bali. <br /><br />Tidak hanya topeng Rangde dan kostum penari yang menjadi perhatian penonton tetapi juga gamelan dan kendang. <br /><br />Alat musik tradisional Indonesia tersebut nampak sebagai sesuatu yang baru bagi mereka sehingga para kru TV pun meliputnya dari jarak dekat. <br /><br />Tim KBRI yang berada di barisan pertama, merupakan tim asing yang mendapatkan kesempatan pertama tampil di lapangan terbuka. <strong>(das/ant)</strong></p>


















