Petani Di Pesisir Sungai Kapuas Terancam Gagal Panen

oleh

Akibat banjir yang melanda Kabupaten Kapuas Hulu beberapa hari lalu sejak tanggal 4 hingga tanggal 7 Desembar 2011, petani yang berada di pesisir Sungai Kapuas teracam gagal panen. Pasalnya lahan pertanian masyarakat hingga kini masih ada yang terendam air. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Peternakan Kapuas Hulu Nusantara Gawat, pada kalimantan-news.com Rabu (7/12/2011).<br /> <br />Dijelaskanya akibat banjir belum diketahui secara pasti berapa luas lahan pertanian yang terkena banjir, karena pihak pertanian masih menunggu laporan dari Kecamatan. Namun dirinya memperkirakan tak kurang 700-800 hektar lahan pertanian terendam air. Bila dibandingkan Tahun 2010 lalu luas lahan pertanian sekitar 2000 hektar lahan yang terendam.  <br /><br />“Hingga kini Kami belum mendapatkan laporan yang akurat, staf Saya masih turun lapangan, namun banjir kali ini tidak separah tahun kemarin meskipun demikian Kita akan berupaya mengambil langkah-langkah antisipasi kedepannya,” jelas Gawat serius. <br /><br />Menurutnya banjir yang cukup parah yang melanda lahan pertanian ada tiga Kecamatan diantaranya Kecamatan Embaloh Hilir, Kecamatan Bunut Hilir dan Kecamatan Jongkong, sebab ketiga Kecamatan  tersebut merupakan Kecamatan yang berada di pesisir sungai Kapuas. <br /><br />“Yang agak parah di sejumlah Kecamatan pesisir sungai Kapuas menurut informasi rata-rata lahan pertanian masyarakat terendam air, yang membuat patal lagi kondisi padi saat ini sedang dalam proses untuk berbunga untuk menjadi buah padi, bisa-bisa gagal panen,” ungkpanya.<br /> <br />Untuk itu, kedepan pihaknya sudah memperisiapkan langkah-langkah yang akan diambil dalam mengantisipasi terutama gagal panen tersebut diantaranya akan menyiapkan bibit padi, serta mengharapkan para petani mengubah pola tanam yang biasanya satu kali tanam padi dalam setahun diubah menjadi dua hingga tiga kali tanan dalam setahun. <br /><br />selain itu untuk antisipasi rawan pangan akibat banjir, sudah disiapkan stok beras raskrin khusus bencana alam, setidaknya kata Gawat hal tersebut cukup membatu masyarakat. <br /><br />“Jika banjir terjadi lagi hingga feberuari hingga maret mendatang, itu akan berakibart fatal, bisa-bisa masyarakat rawan pangan dan sudah pasti gagal panen, kalupun banjir kali ini padi petani banyak yang mati para petani masih bisa menanam kembali hingga januari 2012 mendatang dan untuk itu Kita berupaya menyiapkan bibit padi, namun petani yang berada di pesisir sungai Kapuas bisa dikatakan terancam gagal panen,”pungkasnya.<strong>(phs)</strong></p>