Petani Harus Dihormati

oleh

“Negeri ini harus menghormati petani. Petani harus dimanjakan dengan memberi subsidi besar-besaran seperti di Amerika.” <p>Demikian Ketua DPR RI Ade Komaruddin mengampaikan pernyataannya di hadapan kelompok tani se-Kabupaten Bogor, Kamis (23/6). Dari para petanilah distribusi pangan bermula untuk semua penduduk negeri. Program swasembada pun tanpa dukungan petani tak mungkin dilakukan. Namun, hingga kini petani belum mendapat kemudahan akses modal lewat perbankan. Apalagi, bila bencana alam datang, petani pun merugi dan kurang mendapat perhatian.<br /><br />Akom, demikian Ketua DPR akrab disapa, menyerukan agar dunia perbankan bisa memberi fasilitas kemudahan kredit bagai para petani. Dan bila ditimpa bencana alam yang mengakibatkan kerusakan tanaman, diharapkan ada fasilitas hapus buku yang diberikan perbankan. BLBI saja diberi fasilitas hapus buku. Ironis, bila petani tak mendapat fasilitas yang sama.<br /><br />Untuk memajukan sektor pertanian, sambung Akom, perlu dihidupkan kembali adanya mantri pertanian di desa-desa yang memberi penyuluhan pertanian. Dahulu, katanya, mantra tani rajin turun ke sawah-sawah menemui para petani dengan menggunakan fasilitas mobil trail. Hasilnya, swasembada pangan di era Orde Baru tercapai.<br /><br />“Dahulu penyuluh pertanian sangat berperan bagi pembangunan desa. Mereka jebolan SPMA lalu melanjutkan pendidikannya ke IPB. Sebagai negara agraris, mestinya diadakan kembali,” ujar Akom. Sementara menjawab pertanyaan seputar peran Bulog, ia menyerukan agar Bulog dikembalikan perannya seperti dulu yang mengelola distribusi dan harga pangan.<br /><br />“Kita desak pemerintah untuk segera mewujudkan amanah UU tentang pangan. Jadi, nanti sembako di-cover oleh badan urusan pangan itu. Dulu sudah ada Bulog, tapi kemudian berubah menjadi Persero dan sekarang menjadi Perum. Kalau Persero dia cari untung. Bulog kembali saja ke khittah yang lama. Dengan begitu, yakin sembalo akan aman. Ketahan pangan, swasembada, ketersedian, kualitas, dan harga panagn semuanya terjamin,” papar Akom lagi.<br /><br />Hadir dalam pertemuan tersebut, Bupati Bogor, Anggota Komisi IV DPR Ichsan Firdaus, Ketua DPRD Bogor, Kapolres Bogor, Danrem Bogor, dan Dinas Pertanian. Para petani pun menyambut baik apa yang disampaikan Akom. Dalam kesempatan itu, Akom juga menyerahkan secara simbolis bantuan traktor dan mesin tanam kepada para kelompok tani.<br /><br />Bupati Bogor Nurhayanti menjelaskan, di kabupaten yang dipimpinnya ada lahan pertanian seluas 92 ribu hektar. 81% diantaranya sudah ditanami. Para petani di kabupaten Bogor, selain menanam padi juga menanam jagung dan kedelai. Ada 225 kelompok tani yang tersebar di kabupaten Bogor. Dan secara bergiliran mendapat bantuan alat-alat pertanian. (mh)</p> <p> </p> <p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.dpr.go.id</p>