Petani Karet di Melawi Berharap Jelang lebaran Harga Karet Naik

oleh

Harga komiditas karet di Melawi khususnya di Nanga Pinoh hingga saat ini masih terkesan murah diangka Rp. 5000 perkilogramnya. Hal itu membuat masyarakat khususnya petani karet khawatir terlebih menjelang hari Raya Idhul Fitri 1438 hijriyah ini. <p style="text-align: justify;">“Kami khawatirnya harga tersebut tidak mampu menopang harga kebutuhan pokok pada saat idhul fitri. Di saat ini bulan ramadhan ini saja, harga karet perkilogram belum mampu menyeimbangi harga kebutuhan pokok,” kata Siyondi, seorang Petani Karet Dusun Sebaju Desa Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, beberapa hari yang lalu.<br /><br />Siyon mengatakan, haarga kebutuhan pokok di Nanga Pinoh saat ini saja belumbisa diimbangi dengan harga karet perkilogramnya saat ini. Bahkan harga sekilo karet dengan harga sekilo gula dan beras sangat jauh tertinggal.<br /><br />“Minimal kenaikan harga karet bisa nyeimbangi harga sembako. Misalnya kalau gula harganya Rp. 16 ribu per kilogram, harga karet juga bisa segitu. Ini sangat kami harapkan menjelang lebaran ini harga karet bisa naik,” harapnya. <br /><br />Sementara itu, petani karet lainnya yang berada di Desa Tanjung Arak kecamatan Pinoh Utara, Rio juga mengharapkan hal yang sama, rendahnya harga karet belum bisa menoipang ekonomi keluarga. “Sangat diharapkan sekali harga karet bisa naik sebelum leberan ini,” pungkasnya. (KN)</p>