Petani Keluhkan Selisih Harga Jual Karet

oleh

Kalangan petani karet dalam beberapa kecamatan di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, saat ini mengeluhkan adanya selisih harga jual akibat adanya pengenaan biaya angkut yang dinilai merugikan mereka. <p style="text-align: justify;">Kalangan petani karet dalam beberapa kecamatan di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, saat ini mengeluhkan adanya selisih harga jual akibat adanya pengenaan biaya angkut yang dinilai merugikan mereka.<br /><br />"Antara Kecamatan Muara Beliti dengan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, terjadi selisih harga jual yang dipatok oleh pengumpul maupun pengusaha penampungan atau pool begitu mencolok pada hal jarak kedua kecamatan hanya lima killometer," kata Ismail (38) warga Kelurahan Pasar Muara Beliti, Sabtu.<br /><br />Terjadinya perbedaan harga tersebut kata dia, karena pihak pembeli atau tauke mengenakan biaya angkut atas penggunaan armada mereka jika dibeli di desa untuk jarak satu hingga enam killometer sebesar Rp600 per kg.<br /><br />Akan tetapi saat pengiriman karet ke pengusaha penampungan (pool) karet hasil kebun mereka justeru dihargai lebih murah dari daerah lainnya. Untuk karet TJ (kualitas rendah) miliknya cuma dibayar Rp12.500 per kg, padahal informasi yang dia terima dari salah satu pool karet, harga karet TJ saat ini Rp15 ribu per kg.<br /><br />Adanya selisih harga yang mencolok antara kecamatan satu dengan lainnya, tambah dia, tidak saja merugikan petani karet tetapi ada kesan sudah menjadi permainan tauke karet dengan pihak penampung, karena tidak adanya patokan harga ongkos angkut yang resmi dari pemerintah, sehingga penentuannya dilakukan sekehendak hati.<br /><br />Hal senada, diutarakan Nuryati (40), petani karet Desa Sigestu, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, informasi yang diterima pihaknya, harga karet di tingkat penampung Rp14 ribu per kg. Tetapi saat menjual hasil kebun miliknya kepada salah seorang hanya dihargai Rp11.000-11.500 perkg.<br /><br />Untuk itu dia meminta pemkab setempat agar segera menentukan besaran ongkos angkut yang dikenakan kepada setiap petani karet oleh para pedagang pengumpul untuk dibawa ke pengusaha penampungan karet dan jangan hanya mengontrol perkembangan harga karet dalam setiap harinya.<br /><br />Sementara itu menurut Acai salah seorang pengusaha penampungan karet di Kelurahan Pasar Muara Beliti, mengatakan untuk harga jual karet kualitas rendah saat ini berkisar antara Rp15.000-15.500 perkg. Sedangkan karet kualitas tinggi mencapai Rp18.000-19.000 perkg.<br /><br />Adanya perbedaan ongkos angkut yang dikenakan tauke kepada petani karet kata dia, ini tergantung dengan kesepakatan, jika tidak menguntungkan sebaiknya petani beralih kepada tauke karet lainnya sehingga tidak dirugikan.(Eka/Ant)</p>