Petani di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah siap menyukseskan Sensus Pertanian yang dimulai 1 Mei 2013. <p style="text-align: justify;">"Disadari sensus ini juga bertujuan untuk memudahkan pemerintah dalam membina dan membantu petani," kata Saibi, salah seorang petani nanas di Kecamatan Baamang Sampit, Rabu.<br /><br />Para petani siap memberikan informasi asalkan tidak sedang bekerja di luar rumah.<br /><br />"Saya yakin seluruh petani di Indonesia akan membantu sensus ini karena hanya diminta memberikan data saat ditanyai petugas. Lagipula, ini juga untuk kepentingan petani," ujarnya.<br /><br />Hal yang sama diungkapkan Ahmadi, petani di Desa Bapeang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dia mengaku sudah mengetahui akan ada Sensus Pertanian dan dia menyatakan siap membantu petugas.<br /><br />"Saya rasa, tinggal petugasnya saja mengatur waktu agar bisa bertemu petani karena masing-masing petani kan belum tentu ada di rumah di saat yang bersamaan. Saya akan berusaha membantu sebisa saya. Kalau cuma menjawab pertanyaan, saya pikir tidak ada yang sulit," ucapnya seraya tersenyum.<br /><br />Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) siap melaksanakan Sensus Pertanian 2013 mulai 1 Mei atau hari ini. Sebanyak 508 petugas sensus disebar untuk melakukan pendataan tersebut.<br /><br /> Total petugasnya ada 508 orang yang nantinya akan mendata di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim. Mereka bertugas satu bulan selama sensus pertanian dilaksanakan yaitu tanggal 1 hingga 31 Mei 2013 ini, kata Kepala BPS Kotim, Militan.<br /><br />Militan yakin petugas sensus atau disebut dengan Petugas Pencacahan Lengkap (PCL) tersebut akan menjalankan tugas dengan mendata secara teliti di lapangan. Pasalnya, PCL merupakan masyarakat yang direkrut untuk mendata di daerah mereka masing-masing sehingga dipastikan akan hafal betul siapa saja yang harus mereka data. Meski begitu, BPS tetap memberi pelatihan kepada PCL sebagai bekal untuk pendataan dan pelaporan sesuai prosedur.<br /><br />Bagi Kotim sendiri, sensus pertanian ini dirasa sangat penting dilaksanakan dengan baik. Apalagi hingga saat ini sektor pertanian secara luas masih memberikan kontribusi terbesar untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kotim dengan persentase mencapai 35 persen dari total PDRB.<br /><br /> Pertanian dalam arti luas di sini termasuk perkebunan kelapa sawit dan kehutanan. Sampai saat ini, pertanian memang masih menjadi andalan penyumbang pemasukan terbesar untuk PDRD Kotim, sehingga hasil sensus pertanian ini nanti sangat penting bagi kita semua. Investor juga pasti akan mempertimbangkan hasil dari sensus pertanian tersebut, pungkas Militan.<br /><br />Data yang dikumpulkan di lapangan nantinya meliputi identitas dan lokasi rumah tangga pertanian, jenis kelamin dan umur kepala rumah tangga pertanian/petani, jumlah anggota rumah tangga pertanian, tujuan utama usaha pertanian, luas lahan yang dikuasai dan digunakan menurut jenis lahan serta jenis lahan menurut irigasi.<br /><br />Data lainnya yang dikumpulkan yaitu jenis tanaman semusim, jenis tanaman tahunan, jumlah ternak yang dikuasai rumah tangga pertanian menurut jenis ternak, perikanan budidaya, jenis dan luas wadah, perikanan tangkap meliputi lokasi, sarana dan alat tangkap utama, kehutanan meliputi jenis tanaman, banyaknya tanaman dan banyaknya bibit, serta kegiatan petanian lainnya seperti jasa pertanian dan penangkaran.<br /><br />Sementara itu, data yang dihasilkan yaitu luas lahan, jenis irigasi, tanaman semusim dan tahunan meliputi luas tanam/jumlah pohon/rumpun, peternakan meliputi jumlah ternak menurut kelompok umur, pemakaian pakan, dan parameter mutasi ternak serta jumlah rumah tangga pertanian menurut subsektor.<br /><br />Data lainnya yang dihasilkan yaitu rumah tangga yang melakukan jasa pertanian, katakteristik sosial demografi meliputi jenis kelamin, umur dan kegiatan pertanian yang dilakukan, serta data kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. <strong>(das/ant)</strong></p>

















