Petani Pedalaman Keluhkan Serangan Hama Beruk

oleh
oleh

Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah Siun Jarias mengaku menerima banyak keluhan dari petani pedalaman bahwa tanaman padi banyak diserang hama Beruk atau binatang sejenis monyet. <p style="text-align: justify;">Serangan hama Beruk tersebut terjadi pada siang hari yang jumlahnya mencapai puluhan ekor sehingga membuat petani ketakutan untuk mengusir, kata Siun di Palangka Raya, Senin.<br /><br />"Petani pedalaman itu menyampaikan kepada saya hama binatang Beruk itu hanya takut sama suara tembakan. Kalau masyarakat tidak punya senjata, ya hanya membiarkan saja," tambah dia.<br /><br />Selain hama binatang Beruk, petani pedalaman provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" itu juga mengeluhkan hama tikus pada malam hari menyerang tanaman padi.<br /><br />Sekda mengatakan, petani padi di provinsi ini terbagi dua, yakni padi sawah dan padi gunung. Petani padi gunung ini biasanya bercocok tanam secara berpindah-pindah dan hasil panennya cenderung untuk kebutuhan sendiri.<br /><br />"Petani padi gunung ini yang mengeluhkan serangan hama Beruk pada siang hari dan tikus pada malam hari. Ini harus mendapat perhatian dari Dinas di Pemprov maupun Kabupaten se-Kalteng," katanya.<br /><br />Siun mengatakan, upaya antisipasi harus dilakukan agar para petani padi gunung yang mayoritas suku Dayak tersebut tidak terlalu tinggi kebutuhannya terhadap beras sehingga tidak terjadi lonjakan harga.<br /><br />Dia mengatakan, naiknya harga beras di DKI Jakarta yang mencapai 30 persen per kilogram sejauh ini belum berdampak pada Provinsi Kalteng, hanya kondisi tersebut tetap harus mendapat perhatian dari semua pihak.<br /><br />"Pemberitaan di media online maupun televisi kan sekarang ini cukup gencar tentang kenaikan beras di Jakarta, Pemerintah di Kalteng harus gerak cepat jika tidak ingin juga terjadi di Provinsi ini," demikian Siun. (das/ant)</p>