Home / Tak Berkategori

Petani Resah Harga Karet Merosot Tajam

- Jurnalis

Senin, 21 November 2011 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah petani karet di Kalimantan Selatan sepekan terakhir resah, lantaran harga karet turun tajam dari Rp15.000 per kilogram menjadi Rp10.000 per kilogram. <p style="text-align: justify;">Seorang petani karet asal Binuang, Tapin, Wardoyo, Senin, mengatakan, harga karet sepekan terakhir turun sebesar Rp5.000 per kilogram dari Rp15.000 per kg menjadi Rp10.000 per kg.<br /><br />"Biasanya menjelang tahun baru harga karet turun, tetapi turunya tidak sebesar kali ini sebesar Rp5 ribu per kg," katanya.<br /><br />Harga akan kembali normal, biasanya setelah tahun baru atau awal tahun.<br /><br />Menurut sejumlah petani karet di Binuang, Tapin, dalam kondisi normal, setiap tahun terjadi dua kali harga karet turun.<br /><br />Menjelang akhir tahun hingga tahun baru dan menjelang hari raya hingga usai lebaran.<br /><br />"Khusus untuk menjelang hari raya, harga karet turun hingga lebih dari 50 persen harga normal, yakni lebih dari Rp7.500 per kg," tambah Ratimi.<br /><br />Akibat turunya harga karet tersebut petani merugi jutaan rupiah per hektare.<br /><br />Untuk menyiasati kerugian lebih besar, petani memilih tidak menjual karetnya dan menyimpannya di kolong rumah atau di belakang rumah hingga kondisi harga normal.<br /><br />"Menyimpan bagi yang memiliki modal untuk keperluan rumah tangga, tetapi bagi yang tidak memiliki simpanan, mereka tetap menjual dengan harga murah," imbuhnya.<br /><br />Namun sebagian petani, lebih memilih tidak menurih (menyadap) getah, menunggu hingga harga kembali normal.<br /><br />Wardoyo dan Ratimi mengaku, setiap hektare kebun karetnya dapat menghasilkan sekitar 70-100 kg per tiga hari, atau 700-1.000 kg per bulan.<br /><br />"Jika harga baik, kami setiap bulan masih bisa mendapatkan penghasilan diatas Rp10 juta per hektare," katanya.<br /><br />Keduanya mengaku saat ini memiliki kebun karet dua hektare, namun yang dipanen/disadap baru satu hektare, satu hektare lainnya masih baru berumur sekitar empat tahun.<br /><br />"Pohon tersebut baru bisa disadap setelah berumur enam tahun," paparnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang
Pemerintah Kabupaten Bulungan Gelar Kerja Bakti di Gunung Putih, Bupati Syarwani Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah
Polres Sintang Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah dan Bagikan Nasi Siap Saji
Tiga Pelajar Diduga Tenggelam di Sungai Melawi, Dengan Upaya Pencarian Intensif ketiganya Berhasil di Evakuasi
Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang Hadiri Entry Meeting LKPD 2025 di BPK RI Bali, Tegaskan Komitmen Transparansi dan Target WTP
BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:54 WIB

Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:10 WIB

Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:28 WIB

Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:25 WIB

Pemerintah Kabupaten Bulungan Gelar Kerja Bakti di Gunung Putih, Bupati Syarwani Dorong Kebangkitan Pariwisata Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:01 WIB

Polres Sintang Salurkan Bantuan untuk Rumah Ibadah dan Bagikan Nasi Siap Saji

Berita Terbaru

Bulungan

Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Jumat, 13 Feb 2026 - 20:28 WIB