Petani Kebun Sawit PT Bonti Permai Jaya Raya, di Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat mengeluhkan potongan pembayaran Tandan Buah Segar (TBS) yang tidak jelas oleh KUD Dharma Bhakti sebagai koperasi induk. <p style="text-align: justify;">Tidak jelas potongan tersebut menurut Yoelson Kesyah, pada Kalimantan-News.com Sabtu (14/12/2013) mengatakan di hamparan O di Desa Setungkup Kecamatan Ketungau Hilir, pada bulan November 2013, ada tertera di Slip pembayaran TBS Petani di hampar O, atas pinjaman Julian sebesar Rp 17.700.000, dan dana Partisipasi Rp 90.000/bulan/kapling, kami bingung, pada bulan November ada potongan itu, sementara kebun kami sudah lunas akat kreditnya dua tahun yang lalu, terang Yoelson.<br /><br />“Khusus pinjaman Julian yang sebesar Rp 17.7000.00 kami tidak terima karena kami di hamparan O tidak pernah merasa meminjam uang kepada pak Julian yang juga merupakan Ketua KUD Dharma Bhakti”. <br /><br />Menurut Yoelson Kesyah yang juga merupakan Kades Setingkup, Sebelumnya memang ada potongan, tapi bukan seperti yang tertera di slip pembayaran TBS Petanidi Hamparan O, potongan tersebut berupa Replanting (peremajaan kembali) ketika sawit tersebut tidak berproduksi lagi, dan itu sudah ada kesepakatan dengan kami.<br /><br />Yang menjadi pertanyaan kami sebagai pemilik kebun, kok ada pemotongan seperti itu, pemberitahuannya pun tidak ada. Oleh sebab itu, kami mempertanyakan masalah pemotongan ini kepada KUD Dharma Bhakti, terang Yoelson.<br /><br />“Jika KUD Dharma Bhakti ini tidak bisa menjelaskan tentang pemotongan tersebut kepada kami pemilik kebun, tidak menuntut kemungkinan kami akan lewat jalur hukum, namun demikian sikap kekeluargaan masih kita utamakan”, ungkap Yoelson.<br /><br />Lebih lanjut menurut Yoelson, selama ini KUD Dharma Bhakti yang bermitra dengan KUD Kaban Benua yang berada di Desa Setungkup, Kecamatan Ketungau Hilir, dalam pengelola keuanganannya tidak transfaran, belajar dari itu, maka kami punya keinginan untuk memisahkan diri dari KUD Dharma Bhakti.<br /><br />“Selain tidak transfarannya tentang keuangan, jarak tempuh KUD Dharma Bhakti dan KUD Kaban Benua juga jauh serta beda kecamatan, juga tidak ada pembinaan dari KUD Dharma Bhakti kepada KUD Kaban Benua” demikian Yoelson.<br /> <br />Sementara itu, Ketua KUD Dharma Bhakti, Julian Sahri saat di hubungi Kalimantan-News.com melaui ponselnya, Sabtu (14/12/13) malam, tidak aktif. <strong>(andi)</strong></p>

















