Petrus Atong: Banyak Faktor Penyebab Tingginya Kecelakaan di Sintang

oleh

Terkait dengan usia produktif mendomisili Laka Lantas di Kabupaten Sintang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu mengungkapkan akan terus berupaya menekan penggunaan sepeda motor ke sekolah bagi pelajar yang belum cukup umur dan tidak memiliki SIM. Sebab masih banyak pelajar yang sembunyi- sembunyi membawa kendaraan sendiri. <p style="text-align: justify;">"Kita terus sosialisasikan ke sekolah- sekolah, bahkan kita sudah berikan surat yang berisikan larangan membawa kendaraan sendiri ke sekolah bagi yang belum memiliki SIM," papar Lukman.<br /><br />Pihaknya akan terus menggaungkan agar tidak ada lagi siswa-siswi yang belum cukup umur untuk membawa kendaraan sendiri, dan tentunya dengan dukungan semua pihak termasuk orang tua, harap Lukman. <br />Di tempat terpisah Rektor Universitas Kapuas (Unka) Sintang, Petrus Atong menilai banyak faktor yang menjadi penyebab masih tingginya angka kecelakaan lalulintas di Sintang. Faktor yang paling penting adalah kesadaran.<br /><br />"Kesadaran dan disiplin para pembawa kendaraan, bahwa lalu lintas adalah milik masyarakat banyak sebagai pengguna jalan itu perlu. Sehingga masyarakat lebih berhati- hati, dan itu adalah kunci utama," jelas Rektor. <br /><br />lebih lanjut menurur Rektor, kondisi jalan yang masih terbatas untuk kenyamanan dalam berlalu lintas menduduki urutan kedua penyebab laka, dimana di Sintang sendiri sana- sini jalan berlubang dan berbatu. <br /><br />Ketiga perlu dukungan dan pengawasan orang tua kepada anak jika berpergian, artinya orangtua sedikit lebih keras mengingatkan dan membatasi kepergian anak dalam berkendaraan. <br /><br />"Pengawasan oleh pihak kepolisian melalui patroli keliling oleh polantas sangat diperlukan.Jika ada pelaku pembawa kendaraan ugal- ugalan dijalan segera dilakukan pengendalian," Pinta Rektor. <strong>(das/ssi) </strong></p>