Petugas sensus pertanian 2013 di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sangat terbantu dalam menjalankan tugas mereka karena para petani setempat sangat kooperatif saat pendataan. <p style="text-align: justify;">"Alhamdulillah semua berjalan lancar. Para petani sangat terbuka dalam memberikan data saat kami menemui mereka, makanya pendataan berjalan lancar," kata Muslim, petugas sensus pertanian di Kecamatan Baamang Sampit, Jumat.<br /><br />Ia mengakui memang ada beberapa rekannya yang sempat dikira orang minta sumbangan, tapi itu karena warga tidak tahu. Setelah dijelaskan, mereka minta maaf dan malah antusias memberikan keterangan.<br /><br />Muslim menyatakan nyaris tidak menemui kendala di lapangan dalam melaksakanan sensus pertanian. Pernah menjadi petugas sensus penduduk pada 2010 lalu membuatnya sudah terbiasa dalam melakukan pendataan dan merekap seluruh data yang sudah dikumpulkan. Tiap petugas sudah diserahi tugas mendata sejumlah blok yang sebelumnya sudah dibagi.<br /><br />Saat melakukan pendataan, para petani sangat antusias karena sebelumnya mereka sudah mendapat informasi tentang tujuan dilakukannya sensus pertanian tersebut. Karena itulah, para petugas sensus yakin sensus pertanian tahun ini dapat berjalan lancar, bahkan tidak menutup kemungkinan sudah rampung sebelum akhir Mei nanti.<br /><br />"Saya saja sudah mendata beberapa blok, sehingga saya yakin tidak lama lagi kami bisa merampungkan pendataan ini. Yang didata itu masalah pertanian, peternakan dan kehutanan. Untungnya saya pernah menjadi petugas sensus, jadi bingung," kata Muslim.<br /><br />Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengerahkan 508 petugas untuk melaksanakan Sensus Pertanian 2013 yang dimulai 1 Mei lalu. Para petugas sensus itu dikerahkan ke 17 kecamatan yang ada di daerah ini untuk Kabupaten Kotim. Mereka bertugas satu bulan selama sensus pertanian dilaksanakan yaitu tanggal 1 hingga 31 Mei 2013 ini, kata Kepala BPS Kotim, Militan.<br /><br />Militan yakin petugas sensus atau disebut dengan Petugas Pencacahan Lengkap (PCL) tersebut akan menjalankan tugas dengan mendata secara teliti di lapangan. Pasalnya, PCL merupakan masyarakat yang direkrut untuk mendata di daerah mereka masing-masing sehingga dipastikan akan hafal betul siapa saja yang harus mereka data. Meski begitu, BPS tetap memberi pelatihan kepada PCL sebagai bekal untuk pendataan dan pelaporan sesuai prosedur.<br /><br />Bagi Kotim sendiri, sensus pertanian ini dirasa sangat penting dilaksanakan dengan baik. Apalagi hingga saat ini sektor pertanian secara luas masih memberikan kontribusi terbesar untuk Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Kotim dengan persentase mencapai 35 persen dari total PDRB.<br /><br />"Pertanian dalam arti luas di sini termasuk perkebunan kelapa sawit dan kehutanan. Sampai saat ini, pertanian memang masih menjadi andalan penyumbang pemasukan terbesar untuk PDRD Kotim, sehingga hasil sensus pertanian ini nanti sangat penting bagi kita semua. Investor juga pasti akan mempertimbangkan hasil dari sensus pertanian tersebut," katanya.<br /><br />Data yang dikumpulkan di lapangan nantinya meliputi identitas dan lokasi rumah tangga pertanian, jenis kelamin dan umur kepala rumah tangga pertanian/petani, jumlah anggota rumah tangga pertanian, tujuan utama usaha pertanian, luas lahan yang dikuasai dan digunakan menurut jenis lahan serta jenis lahan menurut irigasi.<br /><br />Data lainnya yang dikumpulkan yaitu jenis tanaman semusim, jenis tanaman tahunan, jumlah ternak yang dikuasai rumah tangga pertanian menurut jenis ternak, perikanan budidaya, jenis dan luas wadah, perikanan tangkap meliputi lokasi, sarana dan alat tangkap utama, kehutanan meliputi jenis tanaman, banyaknya tanaman dan banyaknya bibit, serta kegiatan petanian lainnya seperti jasa pertanian dan penangkaran.<br /><br />Sementara itu, data yang dihasilkan yaitu luas lahan, jenis irigasi, tanaman semusim dan tahunan meliputi luas tanam/jumlah pohon/rumpun, peternakan meliputi jumlah ternak menurut kelompok umur, pemakaian pakan, dan parameter mutasi ternak serta jumlah rumah tangga pertanian menurut subsektor.<br /><br />Data lainnya yang dihasilkan yaitu rumah tangga yang melakukan jasa pertanian, katakteristik sosial demografi meliputi jenis kelamin, umur dan kegiatan pertanian yang dilakukan, serta data kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan. <strong>(das/ant)</strong></p>


















