PFA Bantu Kapal Patroli Cegah Penyelundupan Manusia

oleh

Polisi Federasi Australia (PFA) akan memberikan bantuan dua unit kapal patroli cepat kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Barat untuk melakukan pencegahan dan penanganan penyelundupan manusia di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Kami siap memberikan kapal patroli cepat guna pencegahan penyelundupan manusia ke Kalbar," kata Perwakilan Polisi Federasi Australia, Tim Davis saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Penyelundupan Manusia kerja sama Polda Kalbar dengan PFA di Pontianak, Kamis.<br /><br />Ia menjelaskan, kapal patroli cepat itu nantinya bisa digunakan dalam pencegahan imigran ilegal yang berusaha masuk ke Kalbar melalui perairan laut maupun sungai yang terbuka luas itu.<br /><br />"Kapan saja kami siap memberikan bantuan itu asalkan Polda Kalbar juga telah siap," ujarnya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Sukrawardi Dahlan menyambut baik adanya rencana bantuan kapal patroli cepat itu oleh Polisi Federasi Australia.<br /><br />"Tinggal kita atur dahulu prosedur penerimaan dan pemberian kapal patroli cepat itu bagaimana," kata Sukrawardi Dahlan.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Pol) Agung Sabar Santoso menyatakan, dalam waktu dekat Markas Besar Polri akan menempatkan satuan tugas khusus di Kepolisian Daerah (Polda) perbatasan dalam melakukan pencegahan penyelundupan manusia.<br /><br />"Saat ini kami telah memiliki sembilan Satgas khusus dalam mencegah penyeludupan manusia yang ditempatkan di Polda-Polda Perbatasan dan akan menambah tiga Satgas lagi," katanya.<br /><br />Ia menjelaskan, tiga Satgas khusus yang akan dibentuk tersebut salah satunya akan ditempatkan di Polda Kalbar mengingat memiliki perbatasan darat dan laut dengan negara Malaysia yang kini menjadi jalur transit imigran ilegal asal Afghanistan.<br /><br />"Ditempatkannya Satgas itu mengingat Polda Kalbar juga telah menangani satu kasus penyelundupan imigran ilegal asal Afghanistan pada Mei 2011 yang kini sudah tahap P21 (pengadilan)," ungkapnya.<br /><br />Data Polda Kalbar, provinsi itu memiliki perbatasan darat yang panjang dengan negara tetangga, yaitu sekitar 857 kilometer sehingga rawan terjadi aktivitas ilegal.<br /><br />Ada lima kabupaten yang berbatasan dengan negara Malaysia, yaitu Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu, terdiri dari 14 kecamatan, 98 desa dan terdapat 52 jalan tikus (jalan pintas) yang dapat menghubungkan 55 desa terhadap 32 kampung (desa) di Sarawak.<br /><br />Polda Kalbar sedikitnya memiliki sebanyak 14 Kepolisian Sektor yang tersebar di lima kabupaten perbatasan tersebut.<br /><br />Polda Kalbar juga telah membentuk dua detasemen pelopor dari Brimob yang ditempatkan di beberapa kawasan perbatasan, seperti Kabupaten Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu.<strong> (das/ant)</strong></p>