Pilpres Di Sintang Kondusif

oleh

Pelaksanaan pemungutan suara Pemilu Presiden 2014 di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat cenderung kondusif dan belum ada laporan ke polisi terkait permasalahan penghitungan suara. <p style="text-align: justify;">"Sampai saat ini kondusif dan aman," kata Kapolres Sintang Ajun Komisaris Besar (Pol) Veris Septiansyah saat dihubungi dari Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia mengatakan belum menerima laporan terkait proses penghitungan suara. Saat ini sebagian tempat pemungutan suara (TPS) masih melakukan penghitungan dan banyak tempat yang jauh dari pusat Kota Sintang belum diketahui hasil penghitungannya.<br /><br />"Masih menunggu hasil dari kecamatan yang jauh-jauh," katanya lagi.<br /><br />Menurut Kapolres, sebanyak 388 personel pengamanan dikerahkan untuk mengamankan 1.062 TPS di 14 kecamatan.<br /><br />Sebelumnya, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sintang, Askiman menilai Indonesia sangat membutuhkan presiden yang mampu mengayomi semua suku bangsa di negeri ini.<br /><br />"Karena itu, siapapun yang menjadi presiden nanti diharapkan mampu menjaga persatuan, kesatuan, dan kebhinnekaan bangsa Indonesia," katanya.<br /><br />Askiman juga menginginkan presiden terpilih mampu memperhatikan dan membangun daerah secara adil dan merata, terutama kawasan perbatasan dan daerah tertinggal harus mendapatkan tempat yang utama sebagai sasaran pembangunan.<br /><br />"Presiden yang akan datang harus mampu menjaga stabilitas nasional secara utuh," katanya.<br /><br />Ketua Forum Kajian Percepatan Pemekaran Pembangunan Timur Kalbar Syech Mukarram menginginkan presiden yang baru punya program memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat. Dia juga meminta presiden yang terpilih nantinya mampu mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia.<br /><br />"Seperti Kalbar, siapapun presidennya harus mampu mengelola sumber daya alam yang dimiliki Kalbar, kayu, perkebunan, dan tambang. Sumber daya alam daerah harus bisa dikelola masyarakat akar rumput, karena selama ini SDA hanya bisa dikelola oleh pengusaha besar saja," katanya.<br /><br />Dia pun menginginkan presiden terpilih benar-benar memperhatikan infrastruktur di daerah-daerah terpencil. Ia meminta presiden tidak hanya membangun daerah perkotaan, tapi juga daerah pedesaan.<br /><br />Dosen Universitas Kapuas Sintang Victor Emanuel menyampaikan siapapun yang terpilih menjadi pemimpin negara ini agar memperhatikan Provinsi Kalbar, terutama persoalan infrastruktur jalan negara di Kalbar harus tuntas. Perlindungan hak-hak adat masyarakat adat harus ada regulasi yang jelas.<br /><br />"Jangan ada lagi konflik agraria terjadi terutama terkait persoalan perkebunan sawit dan pertambangan," ujarnya.<br /&gt;<br />Victor menginginkan masalah lingkungan dan pembangunan kawasan perbatasan khususnya Aruk, Jasa, dan Badau harus jadi prioritas program Presiden RI ke depan. Begitu juga dengan jalan trans Kalimantan harus tuntas agar bisa menghubungkan ibu kota antarprovinsi di Pulau Kalimantan.<br /><br />Dia juga mendesak agar ruas jalan yang menghubungkan ibu kota kabupaten dengan ibu kota kecamatan seperti ruas jalan Sintang-Kecamatan Ketungau Hulu dan ruas jalan Sintang-Kecamatan Serawai Ambalau juga menjadi perhatian.<br /><br />"Saya minta pemerintah juga perlu memperhatikan lembaga-lembaga adat yang masih berdiri di tengah masyarakat," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>