Pilpres – KPU Pontianak Rapat Koordinasi Persiapan Pilpres

oleh

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat, menggelar rapat koordinasi persiapan Pilpres, 9 Juli 2014, dengan PPK, PPS, Panwas, Panwascam dan tim sukses kedua pasangan Capres dan Cawapres. <p style="text-align: justify;">"Rapat ini kami gelar dalam melakukan pemahaman yang sama agar tercipta Pilpres yang jujur dan adil," kata Ketua KPU Kota Pontianak Sujadi.<br /><br />Ia menjelaskan rapat itu juga membahas berkenaan dengan proses penghitungan surat suara mulai dari tingkat tempat pemungutan suara, kelurahan, kecamatan hingga tingkat Kota Pontianak dan Provinsi Kalimantan Barat, katanya.<br /><br />"Sehingga para penyelenggara dan tim sukses mengetahui prosedur dan aturan main penyelenggaraan Pilpres," ungkapnya.<br /><br />KPU Kota Pontianak telah menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) kota itu untuk Pemilu Presiden 2014 sebanyak 416.733 pemilih atau bertambah sebanyak 3.661 pemilih dari DPT Pileg di kota itu 413.072 pemilih.<br /><br />Sujadi menjelaskan, dari DPT sebanyak 416.733 pemilih itu, terdiri dari pemilih laki-laki 207.146 orang, dan pemilih perempuan sebanyak 209.587 orang.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kota Pontianak menambahkan ada pengurangan jumlah tempat pemungutan suara untuk Pilpres 2014, yakni sebanyak 103 TPS dari sebelumnya sebanyak 1.370 TPS.<br /><br />"Sehingga kini tinggal sebanyak 1.267 TPS yang tersebar di enam kecamatan dan 29 kelurahan," katanya.<br /><br />Sujadi menyatakan pengurangan tersebut dikarenakan adanya instruksi dari KPU pusat untuk menggabungkan TPS yang pemilihnya tidak signifikan, sekaligus sebagai cara dalam melakukan upaya efisiensi anggaran.<br /><br />"Bagi masyarakat yang tidak terdaftar dalam DPT itu, saya imbau agar segera melapor ke petugas, untuk selanjutnya didata dan dimasukkan dalam daftar pemilih khusus (DPK)," kata Sujadi.<br /><br />Pilpres pada 9 Juli mendatang diikuti oleh dua pasangan calon yakni nomor urut satu Prabowo Subianto – Hatta Rajasa, dan urut dua Joko Widodo – Jusuf Kalla. <strong>(das/ant)</strong></p>