Pimpinan DPRD Kalsel Dukung Swastanisasi Listrik Pedesaan

oleh

Pimpinan DPRD Kalimantan Selatan menyatakan mendukung swastanisasi listrik pedesaan dengan menggunakan tenaga surya atau matahari di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut. <p style="text-align: justify;">Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD provinsi setempat, Kolonel Inf. (Purn) Nasib Alamsyah saat menerima konsultasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Kontraktor Listrik Nasional (Paklina) Kalsel, di Banjarmasin, Senin.<br /><br />"Pada prinsipnya kami akan dukung program listrik pedesaan di Kalsel, baik dari pemerintah maupun swasta," tandasnya didampingi wakil-wakil ketua dewan Muhammad Iqbal Yudianoor, H Riswandi dan Fathurrahman.<br /><br />Namun di hadapan DPD Paklina Kalsel itu, Ketua dewan menyarankan, untuk lebih memantapkan pelaksanaan program listrik yang menggunakan tenaga surya tersebut sebaiknya terlebih dahulu dilakukan kajian-kajian atau penelitian.<br /><br />"Kajian ataupun penelitian tersebut, sebaiknya melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kalsel, sehingga memudahkan pemerintah proveinsi (Pemprov) bersama dewan, memberi rekomendasi," sarannya.<br /><br />Selain itu, tak pentingnya, melakukan pendekatan-pendekatan dengan pemerintah kabupaten/kota (Pemkab/Pemko), karena mereka yang punya desa, sedangkan provinsi sifatkan koordinatif dan sharing, sesuai kewenangan, demikian Nasib Alamsyah.<br /><br />Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, H Achmad Bisung juga menyambut positif gerakan listrik pedesaan tenaga surya oleh DPD Paklina tersebut.<br /><br />"Karena masih banyak warga di daerah pedalaman terperncil belum menikmati penerangan listrik. Padahal mereka juga menghajatkan, sama halnya dengan masyarakat perkotaan," lajut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kalsel itu.<br /><br />Sebelumnya, Ketua DPD Paklina Kalsel, Mashudi menerangkan, asosiasinya dalam waktu dekat bermaksud mengembangkan listrik pedesaan dengan menggunakan tenaga surya, terutama pedesaan terpencil yang belum terngkau jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN).<br /><br />"Program tersebut untuk memenuhi hajat masyarakat di pedesaan terpencil, karena sudah puluhan tahun Indonesia merdeka sampai saat ini mereka belum menikmati terangnya lampu listrik," tuturnya didampingi sejumlah anggota DPD Paklina Kalsel.<br /><br />Sebelum mengembangkan listrik pedesaan dengan tenaga surya tersebut, DPD Paklina terlebih dahulu akan membuat pilot proyek di sebuah Desa Panaan, Kabupaten Tabalong Kalsel, yang mereka anggaran sebagai daerah "segi tiga emas".<br /><br />Pasalnya Desa Panaan (sekitar 300 kilomter utara Banjarmasin) itu berada di pertigaan yang menghubungkan wilayah Kalsel, Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).<br /><br />Dalam pelaksanaan pilot proyek listrik desa tenaga surya itu, DPD Paklina Kalsel menggadeng PT Azet Surya Lestari, sebuah distributor nasional yang bergerak di bidang jasa kelistrikan.<br /><br />"Kita berharap, pilot proyek listrik desa tenaga surya di pedalaman terpencil kabupaten paling utara Kalsel itu bisa rampung dan diresmikan sebelum ulang tahun ke-66 PLN. Untuk itu pula diharapkan restu dan dukungan DPRD Kalsel," demikian Mashudi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>