PKK Harus Pelopori Keragaman Pangan

oleh

Di tengah kurangnya produksi beras yang hampir terjadi di setiap wilayah di Indonesia, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Samarinda diminta menjadi pelopor keragaman pangan. <p style="text-align: justify;"><br />"Sumber pangan pokok sebenarnya bukan hanya beras, namun karena kebiasaan masyarakat kita harus makan nasi dari beras, sehingga meski sudah kenyang makanan lain, namun merasa belum makan," ujar Ketua TP PKK Samarinda Hj Puji Syaharie Jaang di Samarinda, Selasa.<br /><br />Menurut Puji, terkait dengan itu, maka pengurus dan anggota PKK Samarinda harus memberi contoh kepada tetangga dan teman-teman dekat untuk menciptakan inovasi memanfaatkan pisang, jagung, singgkong dan berbagai jenis umbi-umbian untuk dijadikan makanan pokok.<br /><br />Dalam upaya penganekaragaman pangan dari bahan nonberas, hal penting yang harus diperhatikan adalah gizi, variasi, keseimbangan, dan aman dikonsumsi.<br /><br />Dengan seringnya mengkonsumsi pangan di luar beras justru sangat menguntungkan secara ekonomis karena harga umbi-umbian jauh lebih murah ketimbang beras.<br /><br />Dia percaya dengan kemampuan ibu-ibu anggota PKK terkait pengelolaan keragaman pangan, karena setiap kali digelar lomba keragaman pangan bergizi, ternyata banyak kreasi yang diciptakan bahkan kreasinya itu sangat menarik, bergizi, variatif, dan aman.<br /><br />Puji juga mengaku kagum dengan keterampilan para kaum ibu itu, dan dia meminta agar kemampuan pengembangan kreativitas ini terus didalami, karena tidak menutup kemungkinan bisa menjadi salah satu sumber usaha pendapatan bagi keluarga.<br /><br />Selain memiliki nilai manfaat tinggi, pengembangan penganekaragaman pangan bisa pula sebagai upaya antisipasi terhadap adanya gejolak harga bahan pangan di pasar, karena yang menjadi bahan dasar dari pengolahan aneka makanan tersebut, sebagian besar diperoleh dengan memanfaatkan lahan kecil.<br /><br />Menurutnya, berbagai jenis umbi bisa ditanam dengan cara sederhana dan mudah di sekitar rumah, sehingga bila terjadi lonjakan harga di pasaran, kaum ibu yang kraetif tidak perlu ribut dengan suami minta tambahan uang belanja.<br /><br />Ia juga meminta agar para Ketua TP PKK di kecamatan dan kelurahan terus memberikan motivasi kepada kader dengan menanam di lingkungan rumah, karena manfaatnya sangat besar dalam kecukupan pangan keluarga.<br /><br />"Makan singkong bukan berarti kita miskin, tapi tinggal bagaimana kita membuat singkong itu menjadi berbagai bentuk pangan yang diolah dengan berganti-ganti kreasi dan berganti menu, sehingga rasa dan bentuknya selalu berbeda," ujar istri Wali Kota Samarinda ini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>