PLN Diminta Jujur Dalam Kelistrikan

oleh
oleh

Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah atau Kalselteng diminta jujur mengenai kondisi kelistrikan di dua provinsi bertetangga dan merupakan satu koneksi jaringan listrik tersebut. <p style="text-align: justify;">Permintaan itu dari Rakhmat Nopliardy, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Selasa, sehubungan permasalahan kelistrikan di provinsinya yang masih sering hidup mati (byar pet).<br /><br />"Kalau perlu, manajemen PLN meminta maaf kepada masyarakat, dan menyampaikan permasalahan kelistrikan di Kalsel, yang hingga kini tidak selesai-selesai penanganannya," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.<br /><br />Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk kelistrikan) itu, menyatakan, pesimis listrik di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut aman dari pemadaman.<br /><br />"Walau pembangunan pembangkit unit 3 dan 4 Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (sekitar 125 km timur Banjarmasin), sudah rampung, saya masih pesimis Kalsel terbebas dari pemadaman," tuturnya.<br /><br />Pasalnya, lanjut wakil rakyat dari PAN itu, pembangkit unit 1 dan 2 PLTU Asam-Asam dengan kapasitas terpasang masing-masing 65 Mega Watt (MW), sudah dua tahun terakhir tidak pernah dilakukan perawatan rutin (overhaul).<br /><br />"Sementara dari dua unit terakhir PLTU Asam-Asam, baru unit 3 yang sudah masuk jaringan, dan itupun belum maksimal atau baru sekitar 40 persen ," lanjutnya kepada wartawan yang tergabung dalam Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel.<br /><br />Oleh karenanya, ia memperkirakan, pemadaman tak bisa dihindari manakala salah satu pembangkit pada PLTU Asam-Asam mengalami gangguan atau kerusakan, karena akan terjadi penurunan daya tenaga listrik tersebut.<br /><br />"Dengan terjadinya gangguan atau kerusakan pada salah unit pembangkit pada PLTU atau lainnya, maka persediaan daya tenaga listrik jadi berkurang atau pas-pasan, sehingga terpaksa tak bisa menghindari pemadaman, terutama saat beban puncak," tandasnya.<br /><br />"Bahkan kedatangan anggota DPR RI untuk meninjau kondisi listrik dan ‘marah-marah’ atas ketidakbecusan PLN dalam menyediakan pasokan listrik kepada masyarakat, tidak akan membawa perubahan besar," demikian Rakhmat.<br /><br />Pada kesempatan terpisah, manajemen PLN Kalselteng menyatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar saat bulan puasa Ramadhan 1433 Hijriah tidak terjadi pemadaman.<br /><br />Karenanya walau pembangkit unit 1 dan 2 PLTU Asam-Asam dalam dua tahun terakhir tidak mengalami overhaul, namun manajemen PLN Kalselteng mewaspadai secara ketat terhadap kemungkinan terjadinya gangguan, serta sesegera mungkin melakukan perbaikan.<br /><br />Pasokan daya tenaga listrik di wilayah Kalselteng, antara lain dari PLTU Asam-Asam, Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Ir Pangeran Mohammad Noor, yang menggunakan waduk Riam Kanan Kabupaten Banjar Kalsel.<br /><br />Selain itu, Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan sejumlah Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang tersebar pada kabupaten/kota di wilayah Kalselteng. <strong>(phs/Ant)</strong></p>