PLN Kalbar Masih Disubsidi Rp1,7 Triliun

oleh

PT PLN Wilayah Kalimantan Barat tahun ini masih defisit sebesar Rp1,7 triliun terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam pembelian bahan bakar minyak, sehingga disubsidi PLN Pusat. <p style="text-align: justify;">Menurut General Manajer PLN Wilayah Kalbar Daniel S Bangun di Pontianak, Jumat, defisit tersebut karena berkaitan dengan masalah operasional. "Sekitar 60 persen diantaranya untuk pembelian bahan bakar minyak," katanya.<br /><br />Ia mengakui penggunaan bahan bakar minyak untuk mesin pembangkit milik PLN membutuhkan biaya yang tinggi. "Tetapi sudah menjadi komitmen PLN untuk tetap melayani pelanggan sampai ke pelosok daerah," ujar dia.<br /><br />Menurut dia, PLN Wilayah Kalbar tidak memikirkan defisit tersebut, karena disubsidi PLN Pusat.<br /><br />Namun, kata dia, bukan berarti PLN tidak melakukan berbagai langkah untuk menekan angka defisit yang disubsidi PLN Pusat. "Misalnya penggunaan bahan bakar jenis marine ‘fuel oil’ yang harganya masih lebih murah dibanding ‘high speed diesel’," kata Daniel S Bangun yang sebelumnya bertugas di PLN Pusat itu.<br /><br />Sedangkan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru 2012, ia optimistis dari segi kemampuan PLN Wilayah Kalbar dalam kondisi aman.<br /><br />Ia berharap tidak ada gangguan di sistem maupun jaringan yang dapat mengganggu pelayanan ke masyarakat.<br /><br />Daniel S Bangun tidak memungkiri bahwa ada masyarakat yang menganggap PLN menggunakan alasan klasik yakni permainan layang-layang menggunakan tali kawat sebagai penyebab utama pemadaman listrik kalau terjadi gangguan eksternal.<br /><br />"Tetapi memang seperti itu. Misalnya saja Kamis kemarin, terjadi gangguan di jaringan transmisi sehingga padam listrik," katanya.<br /><br />PLN tidak dapat serta merta menghidupkan dan menyalurkan listrik dari mesin pembangkit ke jaringan karena butuh waktu untuk memulihkan sistem agar kembali normal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>