PLN Kalbar Sewa Mesin 20 MW

oleh

PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat akan menambah mesin pembangkit baru guna meningkatkan keandalan pelayanan kepada pelanggan. <p style="text-align: justify;">"Rencananya November nanti sudah mulai masuk, kapasitasnya 20 Mega Watt," kata Manajer Teknik PLN Wilayah Kalbar, Andreas Heru Sumaryanto saat dihubungi di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia melanjutkan, mesin pembangkit tersebut rencananya untuk membantu kelistrikan di Kota Singkawang.<br /><br />"Mesin tersebut sistem sewa menggunakan bahan bakar jenis high speed diesel," kata Andreas Heru Sumaryanto.<br /><br />Menurut dia, meski ada penambahan, bukan berarti serta merta kapasitas pembangkit di PLN terutama untuk Sistem Khatulistiwa terus meningkat.<br /><br />Ia mengatakan, mesin pembangkit tersebut untuk mendukung keandalan sistem. "Kalau sudah operasional, nanti PLTG dapat tidak digunakan, melainkan menjadi pendukung di sistem tersebut," kata Andreas Heru Sumaryanto.<br /><br />Saat ini, Sistem Khatulistiwa meliputi Kota Pontianak dan sekitarnya, Kota Mempawah, Singkawang hingga sebagian Sambas, serta Ngabang.<br /><br />Beban puncak di penyulang tersebut mencapai 198 MW, sedangkan kapasitas mesin sebelum pemeliharaan mesin 211 MW.<br /><br />Mesin pembangkit terbesar yang dimiliki PLN adalah PLTG dengan kapasitas 30 MW. Letaknya di PLN Sektor Kapuas, Siantan, Kota Pontianak.<br /><br />PLN Wilayah Kalbar juga mengharapkan partisipasi warga berhemat listrik karena pasokannya pas-pasan saat beban puncak, seiring pemeliharaan satu unit mesin pembangkit berkapasitas sembilan Mega Watt pada 13-26 Oktober 2011.<br /><br />PLN Wilayah Kalbar akan menggunakan elpiji sebagai bahan bakar PLTG guna menekan biaya operasional. Untuk saat ini, biaya produksi PLTG di Sektor Siantan rata-rata mencapai Rp2.800 per kilo watt hours. Ia memperkirakan biaya produksi PLTG tersebut akan berkurang menjadi Rp1.300 per KWH. <strong>(phs/Ant)</strong></p>