PLN Kalteng: Pemadaman Bergilir Terpaksa Dilakukan

oleh

Perusahaan Listrik Negara wilayah Kalimantan Tengah terpaksa melakukan pemadaman bergilir demi menjaga sekaligus merawat peralatan jaringan listrik. <p style="text-align: justify;">Perawatan dilakukan menyesuaikan kondisi fasilitas yang ada agar kerusakan yang terjadi tidak semakin fatal dan menyebabkan peralatan terpaksa diganti, kata Humas PT PLN Kalsel-Teng Soetjahjono di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />"Kami mohon maaf kepada masyarakat karena pemadaman bergilir beberapa hari terakhir. Kalau tidak dilakukan, khawatirnya kerusakan semakin parah dan pemadaman listrik justru semakin lama," tambah dia.<br /><br />PLN wilayah Kalteng tidak mempermasalkan bila ada alat nantinya perlu diganti dengan yang baru, hanya sebisa mungkin hal itu tidak dilakukan demi meminimalisir kerugian Negara maupun masyarakat dalam menikmati listrik.<br /><br />Dia mengatakan, dalam proses penggantian peralatan yang rusak akan memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat.<br /><br />"Semua itu kami lakukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan PLN agar lebih baik. Pemadaman juga sudah kami umumkan melalui media siar radio maupun media cetak," kata Soetjahjono.<br /><br />Permasalahan lain, kata dia, sekitar pukul 02.09 WIT tanggal 16 November 2013 lalu salah satu transmisi yang memiliki daya 150 Kilovolt di PLTU Asam-Asam untuk penyaluran ke Banjarmasin tersambar petir yang tidak diketahui kapasitasnya.<br /><br />Akibatnya petir tersebut ditangkap jaringan pengaman listrik dan transmisi dan disalurkan ke bumi agar tidak terjadi kerusakan pada jaringan listrik atau bahkan pembangkit listrik.<br /><br />"PLTU memanfaatkan uap sebagai tenaganya sehingga air yang ada harus dididihkan dahulu sampai temperature 600 derajat celcius. Untuk mendidihkan air di Asam-Asam membutuhkan waktu 8 jam," demikian Soetjahjono. <strong>(das/ant)</strong></p>