PLN Ngabang : Pengguna Pra Bayar 62 Persen

oleh

PT PLN Ranting Ngabang, Kalimantan Barat mencatat sekitar 62 persen masyarakat di Kabupaten Landak menggunakan listrik pra bayar (LPB) sejak diluncurkan beberapa waktu lalu. <p style="text-align: justify;"><br />"Sekitar 62 persen warga yang menggunakannya," kata Manajer PLN Ranting Ngabang, Urbanus di Ngabang, Jumat.<br /><br />Menurut dia, banyak keunggulan bila pelanggan listrik menggunakan LPB tersebut. Diantaranya pelanggan bisa mengontrol pemakaian listrik setiap saat. Kemudian, membayar rekening listrik tidak mutlak dilakukan setiap bulannya, serta tidak ada pencatatan di rumah dan tunggakan rekening listrik.<br /><br />Apalagi, tambah Urbanus, pelanggan LPB ini hanya mengisi voucher saja untuk menghidupkan tenaga listriknya. Voucher itupun bisa dibeli dimana-mana seperti di bank.<br /><br />"Bahkan, kalau kita sedang berada diluar Kalbar, kita bisa membeli voucher untuk menghidupkan listrik rumah di Pontianak. Jadi LPB ini kita lakukan dalam rangka untuk meminimalisasi tunggakan rekening listrik," kata Urbanus.<br /><br />Ia mengungkapkan, sejauh ini, pihak PLN Ngabang terus berupaya menekan nilai tunggakan. Salah satu caranya, melalui pendekatan secara preventif misalnya berupaya untuk lebih dekat dengan para pelanggan.<br /><br />"Contohnya, mendirikan loket-loket pembayaran di banyak titik. Kemudian, terus menyosialisasikan pembayaran tepat waktu. Kami pun punya opsi bagi para pelanggan, yaitu sistem pelayanan listrik pra-bayar, yang tujuannya, mempermudah pelanggan mengontrol pemakaian listrik," kata Urbanus.<br /><br />Selain langkah tersebut, katanya, pihaknya dibantu tim dari PLN Wilayah Kalbar tidak sungkan-sungkan untuk bertindak tegas. Yaitu, tegasnya, melakukan pemutusan aliran listrik bagi para penunggak.<strong> (phs/Ant)</strong></p>