PLN: Piutang Pelanggan Di Kalbar Tinggi

oleh

PT PLN Wilayah Kalimantan Barat mengakui tingginya angka piutang cukup mengganggu "cash flow" di sektor keuangan perusahaan sehingga butuh peran masyarakat agar peduli terhadap kewajiban sebagai pelanggan. <p style="text-align: justify;">Manajer Keuangan PLN Wilayah Kalbar, Gitut Haryoko saat dihubungi di Pontianak, Sabtu mengatakan, angka piutang PLN sekitar 20 persen dibanding pendapatan bulanan.<br /><br />"Pendapatan PLN perbulan rata-rata Rp84 miliar, tetapi piutang per bulan sekitar Rp24 miliar," kata Gitut Haryoko.<br /><br />Ia mengungkapkan, sebagian besar piutang atau utang yang belum dibayar kepada PLN tersebut dari kalangan umum. Ia mencontohkan per November 2011, sekitar Rp20,36 miliar utang dari kalangan umum.<br /><br />Sedangkan pihak lain misalnya TNI/Polri, instansi vertikal, Pemda maupun BUMN/BUMD.<br /><br />General Manajer PLN Wilayah Kalbar, Daniel S Bangun mengatakan, untuk piutang PLN di TNI/Polri, sudah dilunasi.<br /><br />Gitut Haryoko menambahkan, masih tingginya kalangan umum yang belum membayar utang ke PLN mungkin karena budaya masyarakat yang rendah.<br /><br />"Mungkin mereka menganggap PLN milik negara," ujarnya. Selain itu, lanjut dia, PLN dianggap masih sering melakukan pemadaman sehingga masyarakat menunda pembayaran.<br /><br />"Tetapi kita tetap berusaha agar pemadaman berkurang, supaya tidak menjadi alasan tidak membayar," kata Gitut Haryoko.<br /><br />PLN Kalbar sendiri masih disubsidi sebesar Rp1,7 triliun untuk memenuhi biaya operasional sepanjang tahun ini.<br /><br />Biaya operasional tinggi karena PLN harus memenuhi kebutuhan BBM untuk mesin pembangkit listrik yang dikelola di Kalbar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>