PLN Rayon Sintang Bongkar KWH Mater Di Jalan Katamso

oleh

Menindaklanjuti kesepakatan antara unsur pemerintah dan PKL kawasan jalan Katamso terkait pembongkaran kios dan cafe tempat usaha, pihak PLN rayon Sintang segera melakukan pembongkaran KWH meter yang menempel pada sejumlah tempat usaha PKL. Pembongkaran dilakukan sejak Kamis (19/6/2014) kemarin. <p style="text-align: justify;">“Pembongkaran ini merupakan hasil rapat Disperindag dan sejumlah instansi terkait pada hari Selasa (17/6/2014) lalu. Karena tempat usaha PKL ini akan direlokasi dan dibongkar, maka kami melakukan pengamanan aset terlebih dahulu. KWH Meter ini kan merupakan aset PLN,”ungkap supervisor teknik Sutondo saat memimpin pembongkaran KWH meter pada sejumlah tempat usaha PKL kawasan Pasar sungai Durian Sintang, Kalimantan Barat. <br /><br />Menurutnya dari data yang ada di PLN, setidaknya ada 37 kwh meter yang menempel pada sejumlah tempat usaha PKL tersebut.  Dari 37 tersebut, menurutnya ada 4 KWH meter yang diamankan oleh pemilik bangunan. <br /><br />“Ada 4 yang diamankan oleh pemiliknya, tapi datanya kita sudah ada. Kemudian ada satu yang memang datanya tidak ada. Karena ketika kita data saat itu, bangunan sedang kosong dan kwh meter ada di dalam,”tegas Tondo.<br /><br />Meski kwh meter di amankan oleh pemilik bangunan, namun tidak serta merta bisa segera difungsikan oleh pemiliknya. Apalagi semua kwh meter yang diamankan pemiliknya menurutnya jenis kwh meter voucer. “Kita akan matikan dari sistem, jadi semacam di blokir. Siapapun yang memasang tidak akan bisa difungsikan, karena kita blokir. Kecuali yang bersangkutan melapor ke PLN untuk membuka blokirnya,”jelas Tondo. <br /><br />Ia pun berharap, pemilik bangunan PKL yang mengamankan kwh meter untuk segera melapor ke PLN. Selain kwh meter yang menempel  di sejumlah tempat usaha PKL, namun ada juga kwh meter yang akan tetap terpasang di tempat tersebut. Yaitu kwh meter milik masyarakat yang tinggal dilanting atau bandong. <br /><br />“Untuk masyarakat yang tinggal dilanting atau bandong dan memiliki kwh meter, sementara ini kita amankan dan kita pasang menumpang di deretan ruko depan ini,”katanya lagi.<br /><br />Pembongkaran sejumlah kwh meter yang ada di Jln.Katamso tidak menyebabkan kepanikan dan berjalan lancar. Meski dalam aksinya PLN tidak didampingi oleh satpol pp maupun pihak disperindag. <br /><br />Dasmi, salah satu PKL yang mangkal di Jln.Katamso mengatakan bahwa dirinya secara sadar membongkar tempat usahanya karena telah disepakati bersama dengan pemerintah. <br />“Kita ini sekarang mau ditata pemerintah, justru terimakasih. Karena selama ini kan kita dibiarkan seperti anak tiri. Sekarang justru diperhatikan,”ujarnya.<br /><br />Ibu yang menjual aneka minuman ini mengatakan bahwa ia akan segera pindah ke kios usaha yang disediakan pemerintah di komplek pasar Masuka. Meski diakuinya ruangan itu sangat sempit, namun ia mengaku akan mengaturnya. <br /><br />“Memang sempit, tapi semua barang yang ada di sini tidak akan kita bawa ke sana. Saya akan bawa sedikit saja, menyesuaikan dengan tempat,”katanya.<br /><br />Diakui Dasmi kondisi kios di pasar Masuka memang tidak 100 persen siap di tempati. Belum dipasang pintu dan dek. Colokan listrikpun menurutnya hanya sedkit. Hanya ada 1 kwh meter untuk sekitar 10 kios.  Begitu juga dengan salauran pembuagan limbah. <br /><br />“Tidak dalam dan ukuranya sempit, kalau untuk banyak orang pasti tidak memadai, bisa luber dan kumuh,”ujarnya. <br /><br />Hal yang sama diungkapkan oleh Ny.Rodot. Menurutnya pembongkaran dilakukanya sendiri, tanpa harus dibongkar oleh satpol pp. Dengan dibongkar sendiri, menurutnya sejumlah bahan bangunan masih bisa diusahakan untuk digunakan lagi. <br /><br />“Kita juga tidak mau ngeyel dengan aturan pemerintah. Malu juga sudah disurati berkali-kali untuk dibongkar, tapi tak dibongkar juga. Makanya kami hari ini membongkar sendiri,”tegasnya. <br /><br />Sementara itu H.Sudirman, Kadisperindagkop Sintang saat ditemui di ruang kerjanya mengaku memberikan apresiasi yang tinggi kepada para PKL yang ada di jalan Katamso. <br /><br />“Mereka punya kesadaran sendiri untuk membongkar tempat usaha mereka yang harus ditertibkan. Saya lihat juga beberapa PKL mulai menata tempat usaha baru di pasar Masuka. Mereka punya inisiatif sendiri untuk memasang dek, memasang porselen untuk lantai. <br /><br />Ini luar biasa. Kalau untuk fasilitas lain memang masih kurang memadai, tapi perlahan akan kita lengkapi. Untuk peresmian pasar terpaksa kita tunda dan akan kita sesuaikan dengan jadwal peresmian proyek pemerintah lainnya,”pungkasnya. <strong>(ek/das)</strong></p>