PLN Sayangkan Keterlambatan Proyek PLTU

oleh

General Manajer PLN Wilayah Kalimantan Barat, Daniel S Bangun menyayangkan keterlambatan sejumlah proyek pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di provinsi itu. <p style="text-align: justify;">"Tetapi ini fenomena di seluruh Tanah Air, termasuk di Kalbar," kata Daniel S Bangun saat dihubungi di Pontianak, Selasa.<br /><br />Secara keseluruhan, ada tiga proyek pembangkit listrik skala besar di Kalbar yang hingga kini masih dalam tahap pengerjaan dengan kapasitas total 265 Mega Watt (MW).<br /><br />Ketiga proyek tersebut yakni 2 x 50 MW Parit Baru (Kabupaten Pontianak), 2 x 27,5 MW Tanjung Gundul (Kabupaten Bengkayang) dan 2 x 55 MW. Semula proyek tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2012. Namun, kemudian berubah menjadi tahun 2013.<br /><br />"Informasi terakhir, rencananya triwulan pertama 2014," ucap.<br /><br />Menurut dia, dalam pembangunan pembangkit listrik tersebut, PLN menyiapkan dukungan di antaranya pembebasan lahan.<br /><br />Proyek Manajer PLTU Kalbar PLN, I Wayan Semudiarsa mengatakan, kendala dalam pembangunan pembangkit listrik itu dari segi teknis dan finansial.<br /><br />Ia mencontohkan di PLTU Parit Baru, lahan yang dijadikan areal lokasi pembangunan di daerah rawa atau gambut, sehingga butuh waktu lebih lama untuk persiapannya.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, di Tanjung Gundul juga masih ada sedikit kendala dalam pembebasan lahannya.<br /><br />Namun, ia optimistis target operasional pada awal tahun 2014 dapat tercapai. "Penyelesaian pembangunan diperkirakan pada akhir tahun 2013. Satu mesin dulu yang masuk," ujar dia.<br /><br />Sejumlah pembangkit listrik tenaga uap skala kecil juga tengah dibangun di Kalbar. Di Sanggau 2 x 7 MW yang diharapkan dapat mulai masuk ke sistem pada akhir tahun ini. <strong>(phs/Ant)</strong></p>