PT PLN Wilayah Kalimantan Barat akan menambah mesin pembangkit berkapasitas 15 Mega Watt (MW) untuk memperkuat pasokan energi listrik di wilayah Kota Singkawang dan sekitarnya. <p style="text-align: justify;">"Mesin yang digunakan asalnya sewa, bukan milik PLN sendiri," kata Manajer Teknik PLN Wilayah Kalbar, Andreas Heru Sumaryanto, di Pontianak, Senin.<br /><br />Menurut dia, mesin yang akan disewa itu jumlahnya sekitar lima unit. Hal itu, ujar dia, berdasarkan perkiraan satu unit mesin berkapasitas tiga MW.<br /><br />"Kalau untuk langsung membangun yang berskala besar, terbatas oleh anggaran dan waktu sementara kebutuhan listrik di Singkawang dan sekitarnya, tinggi," kata Andreas Heru.<br /><br />Ia menambahkan, saat ini pasokan listrik untuk Kota Singkawang dan sekitarnya seperti Pemangkat, Tebas, Selakau dan Bengkayang berasal dari Pontianak.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam satu hari, rata-rata sekitar 20 MW energi listrik yang dikirim ke Singkawang dan sekitarnya dari PLN Kapuas.<br /><br />"Dari segi teknis, kondisi ini rawan kalau terjadi gangguan," ujarnya.<br /><br />Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu terjadi gangguan di saluran transmisi 150 KV di Pontianak karena terkena layang-layang berkawat.<br /><br />Akibatnya, kata Andreas Heru, terjadi padam listrik di sebagian besar wilayah Pontianak.<br /><br />"Pasokan ke Singkawang pun terputus sebesar 20 MW karena untuk memulihkan sistem secara keseluruhan, Kota Pontianak lebih diutamakan," katanya.<br /><br />Ia berharap, kalau pasokan 15 MW tersebut disediakan di Singkawang, akan lebih menjamin keandalan pelayanan di wilayah itu.<br /><br />"Selain juga untuk memperbaiki kualitas tegangan di Pemangkat, Bengkayang, Singkawang dan sekitarnya karena jarak dari Pontianak ratusan kilometer," kata Andreas Heru.<br /><br />Mesin pembangkit tersebut menggunakan bahan bakar marine fuel oil (MFO) yang harganya lebih murah dibanding solar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















