PLN Tetap Beli Listrik Malaysia Untuk Perbatasan

oleh

General Manajer PT PLN (Persero) Wilayah Kalbar Bambang Budiarto menyatakan, pihaknya tetap akan membeli listrik kepada Sesco, Malaysia sebesar 1 MW untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di kawasan perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. <p style="text-align: justify;">"Rencana pembelian itu sudah siap dan ditargetkan bulan ini sudah bisa koneksi," kata Bambang Budiarto di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Ia menjelaskan, semua persiapan sudah siap termasuk trafo sehingga tinggal koneksi antara jaringan listrik milik Sesco, Malayasi dengan trafo milik PLN di Entikong.<br /><br />"Saat ini model beli listrik pada Sesco sudah diterapkan di Sajingan, Kabupaten Sambas dan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu guna memenuhi kekurangan energi listrik di kawasan perbatasan," katanya.<br /><br />Pembelian listrik dilakukan karena jarak antara jaringan listrik milik Sesco, Malaysia lebih dekat dibanding kalau PLN harus membangun jaringan yang ada untuk mengaliri listrik di kawasan perbatasan, katanya.<br /><br />Selain itu, kalau PLN harus membangun jaringan listrik di perbatasan pembangunan infrastrukturnya jauh sehingga memerlukan biaya tinggi.<br /><br />Saat ini PLN kalbar masih menggunakan PLTD sehingga biaya operasional mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000 per kWh, sementara harga jual ke pelanggan paling tinggi Rp620 per kWh sehingga sisanya disubsidi oleh negara.<br /><br />"Sementara kalau beli di Sesco, Malaysia hanya Rp900 per kWh. Selain itu kami tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan dan lainnya tetapi beli listrik itu sifatnya untuk jangka pendek," kata Bambang.<br /><br />Listrik yang sudah dibeli PT PLN Wilayah Kalbar masing-masing sebesar 400 kilowatt untuk daerah Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu dan 200 kilowatt untuk Aruk di Kabupaten Sambas.<br /><br />General Manajer PT PLN Wilayah Kalbar menyatakan, pembelian listrik semacam itu sifatnya hanya sementara sambil menunggu proses pembangunan dua pembangkit listrik tenaga uap kapasitas 255 MW di Parit Baru Pontianak dan Tanjung Gundul di Bengkayang.<br /><br />PLN Kalbar akan menerangi sekitar 12 desa di kawasan perbatasan Indonesia (Kalbar) – Malaysia pada 2011. <br />Desa-desa perbatasan yang masuk dalam program listrik masuk desa tersebut di antaranya Desa Temajok dan Aruk di Kabupaten Sambas, Desa Jagoi Babang, Siding dan Jagoibelida di Kabupaten Bengkayang, Desa Badau dan Puring Kencana di Kabupaten Kapuas Hulu, Desa Jasa di Kabupaten Sintang, dan Desa Suruh Tembawang, Desa Palak Pasang, Sekayam dan Desa Entikong di Kabupaten Sanggau. <strong>(das/ant)</strong></p>