PLTGB Operasional, Masyarakat Diprioritaskan

oleh

Manajer PT Perusahaan Listrik Negera (Persero) Ranting Sintang, Suharman mengatakan jika nantinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batubara (PLTGB) operasional, maka masyarakat yang akan diprioritaskan. <p style="text-align: justify;">“Memang ada industri yang meminta pasokan listrik dari kita, tetapi untuk PLTGB ini nantinya prioritas utama kita adalah untuk masyarakat yang sudah lama menunggu sambungan listrik baru,” kata Suharman baru-baru ini.<br /><br />Ia mengatakan, permintaan sambungan baru saat ini sudah cukup banyak dan jika PLTGB operasional pun tidak mungkin bisa memenuhi semua permintaan masyarakat.<br /&gt;<br />“Apalagi untuk industri seperti pabrik karet yang minta 2 Mega, sementara kapasitas PLTGB ini hanya 3 mega, makanya prioritas pertama adalah masyarakat,” jelasnya.<br /><br />Kecuali lanjut dia jika nantinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) juga operasional, selain memenuhi kebutuhan masyarakat, daya lebih nantinya bisa untuk pemenuhan kebutuhan industri.<br /><br />Ia mengatakan, untuk PLTGB sampai saat ini soal letak lokasi pembangunan sudah clear, tinggal menunggu proses pembangunan karena sepenuhnya dilaksankan oleh kontraktor.<br /><br />“Jadi PLTGB ini semacam pihak ketiga, kami di retail nya, jadi hanya membeli KWH dari pengelola pembangkit untuk dijual ke masyarakat,” ucapnya.<br /><br />Sementara soal bahan bakarnya, sampai saat ini juga belum ada kepastian, tetapi kata dia kemungkinan besar batu baranya akan diambil dari wilayah Sintang.<br /><br />“Informasinya di Dedai ada potensi yang memadai untuk diekploitasi dan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pembangkit nanti jika sudah operasional,” tukasnya. <strong>(phs)</strong></p>