“Berbagai prospektus dan informasi yang dapat ber out-put untuk mensejahterakan warga perbatasan, akan diakses, digali dan didatangi.†Begitu, dikatakan Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Kabupaten Sintang, Kartiyus, kalimantan-news, hari Senin sore (24/03/2014) diruang kerjanya. <p style="text-align: justify;">Kartiyus menginformasikan, bahwa dalam waktu dekat dirinya akan menghadiri acara sosialisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang akan digelar di Medan, Sumatera Utara. PLTS, adalah alternatif yang dapat dicapai dalam waktu dekat, disamping itu pemasangannya cukup mudah. Jika warga perbatasan yang pemukimannya sprodis hanya berharap kepada PLN, dipastikan akan baru terwujud puluhan tahun yang akan datang.<br /><br />Kami juga harus terus-menerus memonitor berbagai perkembangan dan kegiatan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan BPP Provinsi. Semua harus dilakukan, kondisi-kondisi aktual juga harus terus dilaporkan. Dari semenjak dilantik sebagai Kepala BPP pada tanggal. 4 Maret 2014 lalu, setidaknya telah 2 kali mendatangi Lembaga Tinggi Negara. Yaitu ke BNPP dan ke Ditjen Pemerintahan Umum Kemendagri. Semua ini bertujuan agar kawasan perbatasan dapat mengejar ketertinggalannya.<br /><br />“Kawasan perbatasan Sintang-Sarawak, pernah kehilangan waktu membangun selama belasan tahun, Karena pernah menjadi TKP Konfrontasi Indonesia-Malaysia dan Operasi Tumpas PGRS/Paraku. Sekaranglah saatnya untuk mengejar ketertinggalan,” kata Kartiyus. (<strong>Luc/das)</strong></p>


















