PNPM Mandiri Pedesaan Dihentikan

oleh
oleh

Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kabupaten Melawi, pada tahun 2015 ini harus menerima kenyataan tentang keputusan Pemerintah Pusat yang menghentikan PNPM MP itu. <p style="text-align: justify;">Para fasilitator ini terpaksa harus dirumahkan sementara waktu hingga muncul program baru pengganti PNPM MP.<br />Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Sukardi. Untuk di Melawi, fasilitator yang dirumahkan sebanyak 16 orang. Setiap kecamatan terdapat 2 fasilitator, sehingga jika dikalian 11 Kecamatan yang ada di Melawi, berjumlah 22 Fasilitator. <br /><br />“Di kabupaten ada 4 fasilitator, jadi jika ditambah  22 fasilitator yang berada di kecamatan maka fasilitator yang harus menganggur sebanyak 26 orang,” katanya saat ditemui di ruangan kerjanya, kemarin.<br /><br />Lebih lanjut Sukardi mengakatakan, untuk pendam;ping jumlahnya juga sebanyak 26 orang, masing-masing kecamatan dua orang dan di kabupaten sebanyak 4 orang. Namun saat ini untuk di Melawi pendamping PNPM MP belum dirumahkan, karena mereka masih digaji melalui hasil dana bergulir simpanpan pinjam (spp).<br /><br />“Untuk pendamping, UPK itu masih bekerja. Mereka digaji dari hasil dana bergulir spp PNPM MP. Jadi yang dirumahkan itu hanya fasilitator saja. Ya mudah-mudahan ada program baru dari pemerintah pusat, pengganti PNPM MP ini,” katanya.<br /><br />Dengan dihentikannya PNPM MP tersebut, maka jumlah pengangguran di Melawi tahun 2015 ini juga mengalami penambahan dari jumlah sebelumnya. (Ira/kn)</p>