PNPM Mandiri Pedesaan Kekurangan Asisten Fasilitator

oleh

Program nasional pemberdayaan asyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami kekurangan asisten fasilitator kecamatan dan asisten fasilitator teknik. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kalteng, drh I Ketut Widhie, di Palangka Raya, Rabu, mengatakan, kekurangan tersebut sedang dicari solusinya agar implementasikan program itu berjalan sesuai harapan di masa mendatang.<br /><br />Ini penting untuk mendukung PNPM Mandiri Pedesaan. Fasilitator kabupaten, fasilitator teknik kabupaten, fasilitator kecamatan, fasilitator teknik kecamatan, asisten fasilitator kecamatan dan asisten fasilitator teknik kecamatan diperlukan, ujarnya.<br /><br />"Kekurangan fasilitator tersebut hingga kini masih dicari solusi terutama asisten fasilitator teknik kecamatan dan asisten fasilitator kecamatan," kata I Ketut Widhie.<br /><br />Asisten fasilitator kecamatan dan asisten fasilitator teknik yang kurang itu berjumlah 11 orang asisten fasilitator kecamatan dan 25 orang untuk asisten fasilitator teknik kecamatan.<br /><br />"Kita berharap dalam waktu dekat kekurangan asisten fasilitator kecamatan dan asisten fasilitator teknik kecamatan bisa terisi, sehingga pelaksanaan PNPM Mandiri Pedesaan 2012 bisa berjalan tepat waktu," terangnya.<br /><br />Untuk mengatasi kekurangan tersebut, pihaknya telah membuka pendaftaran penerimaan yang diumumkan melalui media cetak, dan bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya maupun Universitas Muhammadiyah Palangka Raya.<br /><br />"Kami bekerja sama dengan Fakultas Teknik karena untuk menjadi asisten fasilitator teknik kecamatan tidak diperlukan pengalaman kerja, kecuali asisten fasilitator kecamatan minimal dua tahun sebagai pendamping di kecamatan," tegasnya.<br /><br />Secara terpisah, penanggung jawab PNPM Mandiri Pedesaan Kalteng, Henock SH menambahkan, asisten fasilitator teknik memang sulit dicari karena lulusan teknik sipil menjadi rebutan perusahaan swasta di provinsi tersebut.<br /><br />"Salah satu penyebabnya adalah lulusan fakultas teknik banyak diminati perusahaan swasta. Hal ini juga terjadi di Provinsi Jawa Timur," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>