Polair Kerahkan Satu Peleton Cari Korban Tenggelam

oleh

Polisi Perairan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengerahkan satu peleton dan dua kapal guna mencari korban hilang akibat tenggelamnya kapal kargo Super Mitra rute Pontianak-Ketapang di Pulau Sempadeh, perairan Ketapang, Jumat malam (2/12). <p style="text-align: justify;"><br />"Pada Sabtu malam (3/12) saya sudah perintahkan Direktur Polair Polda Kalbar untuk mengirim dua unit kapal dan satu pleton Polisi Perairan guna membantu tim dari SAR melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang akibat tenggelamnya kapal kargo tersebut," kata Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Unggung Cahyono seusai menghadiri HUT Polair ke-61 di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, hingga saat ini satuan Polair Polda Kalbar masih membantu SAR dalam mencari korban yang hilang dari beberapa kapal motor yang tenggelam di perairan Ketapang.<br /><br />"Pada dasarnya kami siap membantu masyarakat, seperti mencari korban tenggelam tersebut," ujarnya.<br /><br />Sebelumnya, Tiga kapal dilaporkan tenggelam di perairan Kalbar selama Jumat (2/12) malam karena cuaca buruk dan angin kencang yang melanda provinsi ini.<br /><br />Kepala Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Pontianak, Marsudi menyatakan, ada dua kapal "tug boat" dan satu kapal kargo yang dilaporkan tenggelam pada Jumat (2/12).<br /><br />Kapal "tug boat" Makmur Abadi membawa tongkang berisi "crude palm oil" (CPO) tenggelam di sekitar Pulau Karimata. Kapal tersebut berisi empat orang, tiga di antaranya selamat sedangkan satu orang hingga kini masih hilang.<br /><br />Kemudian, "tug boat" Sumber Berkat milik perusahaan Sinar Inti tenggelam di dekat Pulau Pejantan yang lokasinya tak jauh di perairan Pontianak, kata dia.<br /><br />Tug boat itu, kata dia, membawa delapan orang, dan semuanya berhasil diselamatkan. Sedangkan kapal kargo Super Mitra dengan rute Pontianak-Ketapang, kata dia, juga dilaporkan tenggelam di Pulau Sempadeh, perairan Ketapang.<br /><br />Dari tujuh orang di kapal tersebut, lima di antaranya selamat, satu meninggal dan satu masih hilang, kata dia.<br /><br />Tim SAR bersama TNI AL Pontianak saat ini Minggu (4/12) sedang berangkat menuju perairan Selat Karimata untuk mencari korban yang belum ditemukan di "tug boat" Makmur Abadi.<br /><br />Ia berharap kalangan pelayaran berhati-hati dan mematuhi peringatan dari instansi terkait seperti administrator pelabuhan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika setempat mengenai cuaca di perairan Kalimantan Barat.<br /><br />"Cuaca sekarang sedang ekstrem, gelombang tinggi, dan angin kencang sehingga sudah sepatutnya semua pihak berhati-hati agar tidak terkena musibah," kata Marsudi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>