Polda Kalbar Amankan 81 SPBU

oleh
oleh

Kepala Polda Kalimantan Barat, Brigjen (Pol) Unggung Cahyono mengatakan sebanyak 81 stasiun pengisian bahan bakar umum di provinsi itu sudah mendapat pengamanan dari kepolisian. <p style="text-align: justify;">"Sejak kemarin sudah dilakukan pengamanan," kata Unggung Cahyono di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia melanjutkan, pengamanan itu dilakukan hingga selesai.<br /><br />Mengenai aksi unjuk rasa di Kalbar, ia menambahkan, cukup memberi tahu ke pihak kepolisian. "Kepolisian nanti berikan surat tanda terima pemberitahuan," kata dia menjelaskan.<br /><br />Sementara itu, Wagub Kalbar Christiandy Sanjaya mengatakan, pihak Pertamina sudah memastikan stok BBM mencukupi.<br /><br />"Bahkan penyalurannya sudah diatas kuota yang ditetapkan sebelumnya," ujar Christiandy Sanjaya.<br /><br />Ia mengungkapkan, titik rawan menjelang kenaikan harga BBM biasanya mulai H-4 sebelum pelaksanaan.<br /><br />"Tetapi H plus satu, biasanya sudah normal kembali," kata dia.<br /><br />Sedangkan yang kerap menjadi hambatan di Kalbar adalah dalam pengiriman BBM dari kilang minyak menuju depo Pertamina di Siantan, Pontianak.<br /><br />"Terkadang, ada pengaruh dari ombak saat pengiriman," ujarnya. Pertamina Kalbar biasanya mendapat pasokan BBM dari kilang di Plaju, Sumatera Selatan.<br /><br />Pengiriman melewati Laut Natuna yang kerap berombak tinggi untuk periode tertentu sehingga cukup mengganggu pasokan ke Kalbar.<br /><br />Selain itu, diharapkan pula adanya pengerukan alur masuk ke Pontianak di muara Sungai Kapuas supaya tidak menghambat pelayaran saat musim kemarau. <strong>(phs/Ant)</strong></p>