Polda Kalbar Gelar Operasi Patas Kapuas 2012

oleh

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, akan menggelar Operasi Patas (perbatasan) Kapuas 2012, yang tersebar di lima Kepolisian Resor perbatasan dengan Malaysia (Sarawak). <p style="text-align: justify;">"Operasi Patas Kapuas 2012 akan digelar, mulai 16 -30 Oktober 2012, di lima Polres perbatasan, yakni Polres Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Senin.<br /><br />Mukson menjelaskan, Operasi Patas Kapuas 2012, di gelar di lima Polres dan Kepolisian Sektor yang berada di kawasan perbatasan, sementara Polres lainnya melakukan operasi imbangan.<br /><br />"Tujuan digelarnya operasi tersebut guna mencegah dan menekan praktek perdagangan liar antar kedua negara, Indonesia (Kalbar) – Malaysia," ungkapnya.<br /><br />Sasaran Operasi Patas Kapuas 2012, yakni mencegah perdagangan ilegal, seperti makanan, minuman, gula pasir, sayuran, ikan, perdagangan manusia, pembalakan hutan secara liar, perdagangan senjata tajam, senjata api, narkoba, dan teroris, dari kedua negara, kata Mukson.<br /><br />Data Polda Kalbar, mencatat hingga saat ini sudah mengungkap sebanyak 80 kasus penyeludupan gula pasir ilegal, dan sebanyak 80 orang tersangka, serta sebanyak 200 ton barang bukti berupa gula pasir ilegal yang rata-rata asal Malaysia.<br /><br />Dari sebanyak itu, kini sudah enam kasus masuk tahap satu atau di teruskan kasusnya ke kejaksaan, dan tiga kasus lagi masih tahap dua, kata Mukson.<br /><br />Sebelumnya, Bupati Sanggau Setiman Sudin memperkirakan 77 persen kebutuhan gula pasir yang ada di Kalbar dipasok dari perdagangan ilegal melalui pintu perbatasan.<br /><br />"Kebutuhan gula pasir di Kalbar setiap bulan sekitar tujuh ribu ton per bulan, atau setahunnya 84 ribu ton," katanya.<br /><br />Namun, lanjut dia, pasokan resmi berasal dari perdagangan antarpulau sebanyak 11 ribu ton per tahun, dan impor 9 ribu ton.<br /><br />"Jadi hanya sekitar 23 persen kebutuhan gula Kalbar dipenuhi dari perdagangan legal, sedangkan sisanya diduga berasal dari perdagangan ilegal," kata dia.<br /><br />Panjang perbatasan mencapai 966 kilometer mulai dari Tanjung Datuk di Kabupaten Sambas hingga Gunung Cemeru di Kabupaten Kapuas Hulu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>