Polda Kalbar Geledah Rumah Tersangka AKBP IDHA

oleh
oleh

Tim Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggeledah rumah tersangka AKBP Idha Endri Prastiono di Jalan Paris I Gang Al Qadar No.18B Pontianak, Kamis. <p style="text-align: justify;">Idha diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kode etik, disiplin, dan dugaan tindak pidana narkoba.<br /><br />Dalam penggeledahan tersebut, tersangka Idha hadir dan didampingi penasihat hukumnya, Edy Nirwana.<br /><br />"Sejauh ini penggeledahan yang dilakukan oleh Tim Khusus Polda Kalbar hanya terkait masalah mobil saja," ujar Edy di Pontianak.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Edy menegaskan hingga saat ini pemeriksaan terhadap kliennya Idha belum mengarah ke pelanggaran lainnya, seperti keterlibatan dalam jaringan narkoba.<br /><br />Pada penggeledahan tersebut, polisi menemukan plat asli mobil Mercedes Benz C-200, milik terpidana kasus narkotika, serta surat-surat SK pengangkatan tersangka, SK terakhir Analis Kebijakan Biro Perencanaan dan Anggaran Polda Kalbar, kata Edy.<br /><br />Sementara itu, Salati, pekerja rumah tangga Idha mengakui, dirinya baru empat bulan bekerja di rumah Idha.<br /><br />"Saya digaji Rp400 ribu/bulan, kerjaan saya hanya membersihkan rumah, sehingga pukul 09.00 WIB sudah pulang ke rumah," ujarnya.<br /><br />Hingga saat ini Tim Khusus Polda belum memberikan keterangan terkait penggeledahan rumah tersangka Idha Endri Prastiono tersebut.<br /><br />Sebelumnya, Kapolda Kalbar Brigjen (Pol) Arief Sulistianto menyatakan penetapan AKBP Idha Endri Prastiono sebagai tersangka karena diduga melakukan penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kode etik, dan tindak pidana dugaan kasus narkoba saat menjabat sebagai Kasubdit III Ditres Narkoba Polda Kalbar.<br /><br />Sebelumnya, dua anggota Polda Kalbar, ditahan Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Kuching, Jumat (29/8), karena diduga terlibat jaringan sindikat narkoba internasional. Satu di antaranya perwira menengah dengan pangkat AKBP yang pernah bertugas sebagai Kasubdit III Ditres Narkoba bernama Idha Endri Prastiono, sedangkan satu lagi Bripka MH Harahap, anggota Polsek Entikong.<br /><br />Sementara itu, terhadap AKP MH Harahap akan diperiksa, guna mendalami motifasinya pergi ke Kuching. "Hingga saat ini kami belum menemukan catatan pelanggaran, sehingga akan diproses dan di sidang kode etik dan disiplin," ujarnya.<br /><br />Tersangka Idha Endri Prastiono dapat diancam pasal 12 huruf e UU 31/1999 Jo UU 20/2001 tentang Tipikor, dan subsider 374 KUHP.<br /><br />Arief menjelaskan kronologis sehingga ditetapkannya Idha Endri Prastiono sebagai tersangka, yakni berawal 16 November 2013, tim reserse narkoba Polda Kalbar, menetapkan Ling Chee Luk dan Chin Kui Zen sebagai tersangka narkoba dengan barang bukti narkoba 468 gram yang seharusnya satu kilogram.<br /><br />Penyidik dalam kasus itu, AKP Sunardi (bawahan tersangka Idha Endri Prastiono) atau terjadi pengurangan barang bukti setengah kilogram, penangkapan tersangka dalam kasus itu di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.<br /><br />Hasil pemeriksaan internal, terindikasi kuat pelanggaran kode etik dan pidana, sehingga dibentuk komisi kode etik sejak 17 Juni 2014 dalam mendalami kasus tersebut, atas dasar itulah ditetapkannya AKBP Idha Endri Prastiono dalam kasus penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kode etik dan tindak pidana.<br /><br />Saat ini, Tim Khusus Polda Kalbar, menahan sebuah mobil Mercy New Eyes silver dengan nomor polisi B 8000 SD yang parkir di rumah AKBP Idha Endri Prastiono (tersangka kasus narkoba jaringan internasional yang ditahan polisi Malaysia), di Jalan Parit Haji Husein I, Jumat (5/9). <strong>(das/ant)</strong></p>