Polda Kalbar Mou Dengan 35 Instansi

oleh

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat membuat nota kesepahaman dengan 35 instansi di provinsi itu untuk mendorong transparansi dan jalin kemitraan kepada masyarakat. <p style="text-align: justify;">Kepala Polda Kalbar, Brigjen (Pol) Sukrawardi Dahlan di Pontianak, Rabu mengatakan, nota kesepahaman tersebut menjadi niat yang baik dari Polri dalam memberi pelayanan ke masyarakat.<br /><br />"Untuk menyelesaikan setiap masalah agar dapat ditangani dengan baik dan sejak awal," kata Sukrawardi Dahlan.<br /><br />Ia mencontohkan kelaikan dan kondisi jalan yang rusak serta tidak aman bagi masyarakat.<br /><br />"Kalau dibiarkan, akan menjadi soal bagi masyarakat. Begitu juga dengan tikungan yang tidak aman bagi lalu lintas, minta instansi terkait untuk memperbaikinya," kata Sukrawardi Dahlan.<br /><br />Ia menegaskan, Polri tidak ingin terjadi apa-apa ke masyarakat. "Kami akan coba inventarisasi yang dapat mengganggu keamanan, dan kenyamanan masyarakat," katanya.<br /><br />Kerawanan lain, kata dia, dari segi kesehatan makanan minuman. Kalbar, lanjut dia, mempunyai daerah perbatasan sehingga terkadang masuk makanan maupun minuman.<br /><br />"Kadang-kadang masuk daging, sosis, kita tidak tahu berapa lama (dibuatnya). Ini yang harus dicari tahu, lebih awal, karena fungsi Polri untuk melindungi masyarakat," kata Sukrawardi Dahlan.<br /><br />Untuk itu, Polri membutuhkan keterbukaan dan menjalin sinkronisasi dengan pihak lain.<br /><br />Sukrawardi Dahlan mengakui untuk membuat nota kesepahaman itu melalui proses panjang dan berdasarkan kajian.<br /><br />"Jadi tidak serta merta dibuat. Dan ini bagian dari fungsi Polri membangun kemitraan," kata dia.<br /><br />Sukrawardi Dahlan yang akan diganti oleh Brigjen Unggung Cahyono yakin nota kesepahaman itu dilanjutkan karena kerja sama dengan lembaga, bukan pribadi.<br /><br />"Ini antarlembaga, bukan pribadi sebagai Kapolda," ujar dia. <strong>(phs/Ant)</strong></p>