Polda Kalbar Razia Rutan Pontianak

oleh

Tim gabungan dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, melakukan razia mendadak di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Pontianak, Rabu. <p style="text-align: justify;">"Upaya tersebut untuk menekan peredaran narkoba di Rutan tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda setempat, AKBP Mukson Munandar.<br /><br />Ia mengatakan, Kepala Polda Kalbar Brigjen (Pol) Tugas Dwi Apriyanto bersama jajaran Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Kalbar turun langsung dalam razia narkoba di Rutas Kelas II A Pontianak.<br /><br />Razia mendadak tersebut dimulai pukul 08.30 WIB dan selesai pukul 10.00 WIB.<br /><br />"Kami mengerahkan sekitar 163 petugas gabungan dalam razia mendadak tersebut, yang terdiri atas dari Brimob, Sabhara, anggota Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Kalbar dan Kemenkum HAM Kantor Wilayah Kalbar," ujar AKBP Mukson Munandar.<br /><br />Dalam razia tersebut, tim gabungan tidak menemukan narkoba, kecuali hanya beberapa peralatan yang biasanya digunakan untuk mengisap sabu, satu linting ganja, bong, enam buah senjata tajam dan handphone, kata Mukson.<br /><br />"Tetapi tidak ada satupun penghuni sel tahanan khusus kasus narkoba yang mengakui barang-barang tersebut miliknya," ungkap Mukson.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Kabid Humas Polda Kalbar membantah, kalau razia gabungan tersebut bocor. "Belum tentu bocor, kalau dalam razia gabungan itu tidak menemukan barang bukti narkoba dalam jumlah besar dan banyak, karena bisa saja memang tidak ada aktivitas yang dilarang di Rutan tersebut," ujarnya.<br /><br />Direktorat Reserse dan Narkoba Polda Kalbar saat ini sedang menangani dua kasus besar kepemilikan sabu, yakni kepemilikan sabu sebanyak 28 kilogram atau senilai Rp56 miliar dengan tersangka Junaidi petugas Bea Cukai Pos Pemeriksaan Lintas Batas Entikong, Kabupaten Sanggau.<br /><br />Selain itu kasus 3,8 kilogram sabu senilai Rp5 miliar dari seorang bandar Mastur Indra yang tinggal di Jalan Sejarah, Gang Gunung Puting I No. 9 Kecamatan Pontianak Kota, kata Mukson. <strong>(phs/Ant/foto ilustrasi: solopos.com)</strong></p>