Polda Kalbar Sita 271,085 Ton Gula Selundupan

oleh

Jajaran Polda Kalbar menyita 271,085 ton gula pasir selundupan terhitung sejak Januari hingga November 2011. <p style="text-align: justify;">"Terhitung sejak Januari 2011, jajaran Polda Kalbar menangani 37 kasus gula ilegal. Kasus yang disidik 23, masuk tahap I ada delapan kasus dan selesai enam kasus," kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar, di Pontianak, Senin.<br /><br />Mukson mengatakan, sebagian besar gula putih itu diduga merupakan produk impor dari negara tetangga, diselundupkan ke Kalbar untuk dipasarkan di Indonesia. Modus yang digunakan terbilang rapi karena kemasan berganti dengan karung industri gula nasional.<br /><br />Menurut dia, proses masuknya gula secara ilegal yang diduga melintasi perbatasan Malaysia ke Indonesia masih ditelusuri karena terdapat banyak pintu masuk sebagai akses penghubung dari Sarawak, Malaysia, ke Kalbar.<br /><br />"Dari semua tangkapan, barang bukti yang berhasil disita yakni 271,085 ton gula ilegal. Selain itu, kita juga mengamankan barang bukti lain berupa 9 unit truk, 6 unit pick up, satu unit Land Cruiser, 3 unit truk Fuso, 1 unit bis angkutan umum dan 2 unit mesin jahit," kata Mukson.<br /><br />Modus operandi penyeludupan gula dari Malaysia ke Pontianak yakni gula dibeli pelaku dari warga di perbatasan. Setelah terkumpul, gula kemudian diangkut ke daerah tujuan untuk dipasarkan.<br /><br />Di mana, jaringan pengedar gula ilegal ini terindikasi sangat berpengalaman. Bahkan menyiapkan gudang penyimpanan sebagai lokasi penggantian karung.<br /><br />Untuk itu, kata Mukson, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigadir Jenderal (Pol) Unggung Cahyono langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan pengawasan peredaran gula ilegal di wilayah Kalimanta Barat. Mengungkap peredaran gula ilegal guna memberikan efek jera bagi pelaku.<br /><br />"Kini kasus penyelundupan gula ilegal bisa dibawa ke pengadilan. Karena Kepolisian dan Kejaksaan Tinggi telah memiliki persepsi sama terkait penggunaan undang-undang yang akan dikenakan terhadap pelaku," kata Mukson.<br /><br />Sebelum adanya kesepahaman antara Polda dan Kejati Kalbar mengenai Undang-undang yang dikenakan terhadap pelaku, kasus penyelundupan gula ilegal selalu gagal dilimpahkan ke kejaksaan.<br /><br />Namun kini, aturan hukum yang dipakai telah jelas. Pelaku akan dijerat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.<br /><br />"Dari keseluruhan kasus penyelundupan gula, Reskrimsus Polda Kalbar menangani 4 kasus, Pol Air Polda Kalbar 3 kasus, Polresta Pontianak 6 kasus, Polres Pontianak 2 kasus, Polres Singkawang 3 kasus, Polres Sambas 3 kasus, Polres Bengkayang 9 kasus, Polres Landak 1 kasus, Polres Sanggau 5 kasus dan Polres Ketapang 2 kasus," kata Mukson. <strong>(phs/Ant)</strong></p>