Polda Kalbar Tertibkan Pertambangan Liar Di Ketapang

oleh

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat akan menertibkan aktivitas pertambangan liar termasuk pertambangan emas tanpa izin di Kabupaten Ketapang. <p style="text-align: justify;">Kepala Polda Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Sukrawardi Dahlan di Pontianak, Selasa menyatakan, dalam waktu dekat akan menurunkan tim menertibkan pertambangan emas tanpa izin (PETI) dan pertambangan liar lainnya di beberapa kawasan Kabupaten Ketapang karena telah berdampak pada lingkungan.<br /><br />"Penertiban pertambangan liar di Ketapang, karena berdasarkan laporan masyarakat kembali marak," katanya.<br /><br />Kapolda mengancam tidak akan main-main dalam hal penertiban pertambangan ilegal di kabupaten itu. "Siapa pun yang terlibat aktivitas ilegal itu pasti akan diproses hukum dan tidak ada masyarakat atau oknum polisi yang kebal hukum," ujarnya.<br /><br />Ia menyatakan, selama ini Polres Ketapang secara rutin melakukan razia terhadap aktivitas pertambangan ilegal. "Mungkin masih perlu bantuan personel dari Polda sehingga ke depan bisa menekan aktivitas ilegal tersebut," katanya setengah bertanya.<br /><br />Sementara itu, mantan Kepala Kepolisian Resor Ketapang Ajun Komisaris Besar (Pol) Badya Wijaya mengatakan, aktivitas PETI di Ketapang terkesan "kucing-kucingan" dengan aparat hukum, dalam artian ketika akan ditertibkan aktivitas ilegal itu dengan sendirinya berhenti.<br /><br />"Tetapi ketika kita lengah, para penambangan ilegal kembali melakukan aktivitasnya," kata Badya.<br /><br />Aktivitas PETI kembali marak di Desa Kuala Tengah, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. "Untuk menuju lokasi PETI itu hanya bisa ditempuh menggunakan jalan kaki, karena tidak ada akses jalan menuju lokasi tersebut," katanya.<br /><br />Ia menambahkan, butuh 18 jam berjalan kaki menuju kawasan PETI tersebut, sehingga kalau akan ditertibkan dikhawatirkan bocor akibat sulitnya medan tersebut.<br /><br />"Sudah beberapa kali upaya penertiban serupa selalu gagal karena kondisi di lapangan yang serba sulit, seperti menuju lokasi yang membutuhkan waktu itu. Hingga upaya pihak tertentu yang berusaha memperlambat ruang gerak polisi ketika akan turun lapangan, seperti memutus jembatan dan jalan ke lokasi dan lain-lain," kata Badya.<br /><br />Sementara itu, Kapolres Ketapang AKBP I Wayan Sugiri menyatakan, akan melakukan pembelajaran dahulu terhadap kasus-kasus yang menjadi prioritas untuk ditindak.<br /><br />"Pada dasarnya kami siap melakukan penertiban pertambangan ilegal di Ketapang," I Wayan Sugiri yang baru saja dilantik sebagai Kapolres Ketapang itu.<strong> (phs/Ant)</strong></p>