Polda Selidik Penyerangan Brimob Terhadap Satpol PP

oleh

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, saat ini sedang menyelidiki informasi terkait penyerangan oknum anggota Brimob Polda Kalbar terhadap Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak yang terjadi di Jalan Rahadi Oesman. <p style="text-align: justify;">"Saat ini kami sedang melakukan lidik (penyelidikan) terkait adanya informasi penyerangan oknum Brimob terhadap Satpol PP Kota Pontianak itu," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, meskipun informasi itu belum tentu kebenarannya, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan. "Kalau memang ada permasalahan sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan, jangan sampai membawa-bawa institusi," ujarnya.<br /><br />Dari berbagai sumber yang enggan namanya disebutkan, pada Kamis (15/12) sekitar pukul 10.00 WIB tiga oknum Brimob Polda Kalbar, salah satunya Briptu (Pol) MIG bersama dua rekannya mendatangi Kantor Satpol PP di Jalan Rahadi Oesman. Kedatangan oknum tersebut ke Kantor Satpol PP karena kesal kartu tanda penduduk (KTP) orang tuanya di tahan petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak karena membuang sampah di luar jadwal yang ditentukan, di Jalan Paris Haji Husin II Pontianak.<br /><br />KTP orang tua Briptu MIG ditahan petugas kebersihan kota dan untuk mengambil atau mengurusnya harus ke Kantor Satpol PP pada Senin (19/12).<br /><br />"Mungkin karena tersinggung, Briptu MIG datang lalu menantang kelahi, saat ditantang lalu ada oknum Satpol PP yang meladeninya. Boleh saja kelahi asal bapak lepas seragam, beruntung tidak sampai adu otot karena keburu dilerai (dicegah)," ujar seseorang petugas Satpol PP yang enggan disebutkan namanya.<br /><br />Kemudian, pada Sabtu (17/12) Briptu MIG beserta tujuh orang rekannya berpakaian dinas kembali mendatangi Kantor Satpol PP Kota Pontianak untuk mencari oknum Satpol PP yang berani meladeninya.<br /><br />Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Pontianak Syarif Saleh Alkadrie membantah, adanya penyerangan oleh oknum Brimob Polda Kalbar terhadap satuannya atau anak buahnya.<br /><br />"Mereka datang (petugas Brimob) hanya melakukan silaturahim terkait kerja sama pengamanan Natal dan Tahun Baru saja," ujar Syarif Saleh Alkadrie sambil berlalu karena beralasan akan menghadiri rapat dengan wali kota Pontianak.<br /><br />Dari pantauan di lapangan, tampak beberapa anggota Brimob termasuk Briptu MIG melakukan pertemuan tertutup di ruang Kasatpol PP Kota Pontianak.<br /><br />Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan setempat mengeluarkan larangan membuang sampah di luar pada jadwal ditentukan yakni pagi hingga sore hari dan telah menetapkan kawasan bebas sampah di Jalan Ahmad Yani, Gajah Mada dan Tanjungpura Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>