Polda Tangkap Penimbun Belasan Ton BBM Ilegal

oleh
oleh

Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kamis, pukul 11.00 WIB, menangkap RP (36) yang menimbun sekitar 16.660 liter bahan bakar minyak ilegal di rumahnya Gang H Mahmud, Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. <p style="text-align: justify;">"Tertangkapnya RP seorang penimbun BBM ilegal tersebut karena kami saat ini sedang mengintensifkan patroli mengantisipasi spekulan melakukan penimbunan BBM menjelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, pada April 2012," kata Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Ajun Komisaris Besar (Pol) Mukson Munandar di Pontianak.<br /><br />Mukson menjelaskan, sekitar 16.660 liter BBM ilegal itu terdiri dari, yakni 7.000 liter premium, 9.000 liter solar dan 660 liter minyak tanah bersubsidi, selain itu Ditreskrimsus Polda Kalbar juga mengamankan jeriken kosong yang selama ini digunakan untuk menampung BBM ilegal tersebut.<br /><br />Tersangka dan barang bukti saat ini sudah diamankan di Mapolda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan, katanya.<br /><br />Tersangka dapat diancam pasal 53 huruf b tentang pengangkutan ilegal, dan huruf d tentang tata niaga pengangkutan minyak dan gas dan pasal 99 UU No. 22/2001 tentang minyak dan gas, dengan ancaman kurungan penjara maksimal empat tahun dan denda maksimal Rp40 miliar, kata Mukson.<br /><br />Dalam sepekan terakhir jajaran Polda Kalbar telah tiga kali mengungkap penimbunan BBM bersubsidi oleh pihak spekulan, yakni, Rabu, Satuan Brimob Polda Kalbar, telah mengungkap penimbun sembilan ton solar ilegal milik tersangka Sa (36) warga Jalan Pramuka, Sungai Rengas, Kecamatan Kakap, Kabupaten Kubu Raya.<br /><br />Sebelumnya, Polda Kalbar juga mengamankan sekitar 8.650 liter solar ilegal yang dimuat dalam dua kendaraan roda empat dan satu mobil tangki pengangkut bahan bakar minyak.<br /><br />Ketiga kendaraan yang tertangkap tangan sedang memuat BBM jenis solar bersubsidi itu diamankan, Senin (12/3) malam di tempat berbeda, terungkapnya kasus pertama, yakni tim dari Polda Kalbar dan Polsek Sungai Duri, Senin (12/3) sekitar pukul 24.30 WIB mengamankan dua kendaraan, yakni satu truk memuat sekitar 650 liter solar bersubsidi, dan satu mobil terbuka memuat 1.000 liter solar bersubsidi di Jalan Raya Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, dengan tersangka Bu (36) warga Sungai Duri.<br /><br />Kemudian, pada hari yang sama, sekitar pukul 20.30 WIB tim dari Polda Kalbar dan Kepolisian Resor Mempawah juga mengamankan sekitar 7.000 liter solar bersubsidi yang dimuat pada mobil tangki pengangkut minyak milik PT Daun Putra Borneo di Jalan Raya Wajok Hilir, Kabupaten Pontianak, dengan tersangka Su (25).<br /><br />Kabid Humas Polda Kalbar menyatakan, modus tersangka atau spekulan, yakni membeli solar bersubsidi itu pada pengecer-pengecer, lalu kemudian dikumpulkan untuk dijual kembali. <strong>(phs/Ant)</strong></p>