Polisi Resort Sekadau mengakui kesulitan menangani kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas), khusus kasus tabrak lari disepanjang jalan poros atau jalur sutera. <p style="text-align: justify;">Kasus tabrak lari memang kerap terjadi di Sekadau terutama diwilayah tidak ada pemukiman penduduk dikarenakan tak ada saksi mata. Tak mau kecolongan mengungkapkan kasus tabrak lari di Sekadau Polres melakukan berbagai upaya salah satunya memasang closed circuit television (CCTV) di jalur sutera.<br /> <br />Kapolres Sekadau, AKBP. Agus Triatmaja mengatakan dalam waktu dekat Polres Sekadau akan memasang CCTV di jalan jalur sutera seperti jalan Sekadau-Sanggau, dan Sekadau-Sintang.<br /> <br />“Kasus tabrak lari di Sekadau memang rawan. Tahun 2013 kemarin sempat terjadi lima kasus, kausus ini sudah ditangani semua, masih dalam tahap penyelesaian. Kita akan pasang CCTV, terutama di daerah yang tidak ada penduduk,” kata Kapolres. <br /><br />Agus mengatakan, jajarannya melalui Kesatuan Lalu Lintas Polres Sekadau sudah memetakan titik-titik pemasangan CCTV itu. Titik sementara yang menjadi focus pemasangan CCTV di jalur Jalan Sekadau-Sanggau yakni di Desa Peniti, menuju Desa Ensalang Kecamatan Sekadau Hilir.<br /> <br />Kemudian untuk jalur sutera di Jalan Sekadau-Sintang, dari Desa Bokak Sebumbun menuju Desa Gonis Tekam dan Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir.<br /> <br />“Lewat pantauan CCTV nanti, kejadian kecelakaan lalulintas di daerah yang tidak ada pemukiman penduduk bisa dilacak,” yakin Agus.<br /> <br />Polres Sekadau dan Pemerintah Kabupaten Sekadau juga melakukan berbagai upaya mengkampanye keselamatan. Kampanye keselamatan lalu lintas melibatkan sejumlah sektor. "Yang mendominasi lakalantas ini usia remaja, kita cukup prihatin," pungkas Agus. <strong>(Bgs/das).</strong></p>


















